Nikita Mirzani Dikabarkan Murka di Polres, Sahabatnya Membantah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nikita Mirzani dijemput paksa polisi pada Jumat, 31 Januari 2020. (ANTARA)

    Nikita Mirzani dijemput paksa polisi pada Jumat, 31 Januari 2020. (ANTARA)

    TEMPO.CO, Jakarta -Sahabat artis Nikita Mirzani, Fitri Salhuteru, membantah pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus yang menyebut sahabatnya itu marah-marah di dalam tahanan.

    Menurut Fitri, Nikita Mirzani saat ini sudah ditemani oleh anaknya di dalam tahanan. "Gak ada marah-marah, saya ga ngerti siapa yang ngasih tahu kalian Niki marah. Niki ga pernah marah, loh," ujar Fitri di Polres Jakarta Selatan, Jumat, 31 Januari 2020.

    Fitri menjelaskan Nikita Mirzani mendekam di Polres Jakarta Selatan bersama anaknya yang masih berusia 9 bulan. Sementara kedua anaknya yang lain sedang bersekolah seperti biasa.

    "Anak datang karena masih kecil, belum bisa pisah sama Nik, ga pulang dari semalam masih di atas (ruang pemeriksaan)," ujar Fitri.

    Nikita dijemput paksa aparat Polres Metro Jakarta Selatan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat dini hari. Saat dijemput paksa, Niki yang menggunakan baju warna hitam dan topi putih tampa make up. Wajahnya terlihat lelah dengan kantong mata menebal sehingga membuat matanya tampak sipit.

    Nikita Mirzani menjadi tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap mantan suaminya, Dipo Latief. Kasus tersebut dilaporkan oleh Dipo ke Polres Metro Jakarta Selatan pada akhir 2018.

    Nikita telah menjalani pemeriksaan berkaitan statusnya sebagai tersangka pada Sabtu, 13 Juli 2019. Tahap pertama berkas perkara telah rampung atau P21 pada 16 Desember 2019.

    Sesaat Setelah ditangkap, Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan Nikita Mirzani sempat marah-marah karena minta ditemani anaknya yang masih berusia 9 bulan di tahanan. "Memaksa dengan cara marah-marah untuk memperbolehkan anaknya (berusia 9 bulan) masuk ke dalam tahanan," ucap Yusri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.