Saat Warga Sukajaya Rela Hujan-hujanan Demi Menanti Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan warga padati kantor Camat Sukajaya untuk sekedar berteduh sambil menunggu kedatangan Jokowi ke Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin 3 Februari 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    Ratusan warga padati kantor Camat Sukajaya untuk sekedar berteduh sambil menunggu kedatangan Jokowi ke Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin 3 Februari 2020. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan warga Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor rela hujan-hujanan demi menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    Sutinah, 41 tahun, mengatakan dirinya penasaran dengan sosok Jokowi yang selalu dia pilih pada saat pemilihan presiden dua kali berturut-turut. Tinah menyebut selama ini melihat Jokowi hanya melalui poster atau media televisi.

    "Waktu kemarin (kunjungan pertama Jokowi), kan enggak jadi. Sedih saya waktu itu," ucap Tinah ditemui di Kantor Camat Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin 3 Februari 2020.

    Jokowi hari ini dikabarkan akan berkunjung ke Sukajaya. Wilayah ini pada awal tahun lalu diterjang longsor dan banjir. Kini sebagian masyarakat masih bertahan di pengungsian.

    Tinah mengatakan dia datang untuk melihat kedatangan Jokowi ke Sukajaya bersama suami dan anaknya. Dia mengaku tidak mempersoalkan cuaca yang sedari pagi terus hujan, demi bertemu dengan idolanya itu.

    "Minimal kami bisa foto, pinginnya sih ngomong langsung ke Jokowi kalau kami butuh kerja," ucap Tinah.

    Warga Sukajaya lainnya Baehaqi, 56 tahun, menyebut dia rela turun dari kampung Lebak Wangi dengan berjalan kaki selama dua jam untuk bertemu Presiden Jokowi. Baehaqi mengatakan dia berangkat dari rumahnya selepas salat subuh, karena informasi yang dia dapat Jokowi akan tiba pukul 8.00 di Kantor Kecamatan Sukajaya.

    "Rumah saya di atas, harapan sih kalau ketemu pak Presiden, mau saya ajak untuk melihat kampung saya," kata Baehaqi.

    Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Almuharom, menyebut kehadiran masyarakat menanti Jokowi merupakan hal yang wajar. Sebab, kata dia, Jokowi dalam dua kali pemilihan presiden yaitu 2014 dan 2019 menang telak di Sukajaya.

    "Ya inilah warga sini, mereka pendukung pak Jokowi. Mereka ingin bertemu langsung," ucap Aan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.