Banjir Jakarta, Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 360 Ton

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kebersihan menggunakan alat berat untuk mengangkut sampah yang ada di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Sampah ini merupakan kiriman dari hulu dikarenakan curah hujan yang tinggi di Bogor. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas kebersihan menggunakan alat berat untuk mengangkut sampah yang ada di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Sampah ini merupakan kiriman dari hulu dikarenakan curah hujan yang tinggi di Bogor. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengangkut 360 ton sampah banjir Jakarta yang terjaring di Pintu Air Manggarai pada Sabtu, 8 Februari 2020. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Andono Warih mengatakan sampah tersebut merupakan sampah kiriman dari wilayah Jakarta dan sekitarnya imbas naiknya debit Kali Ciliwung.

    "Kenaikan debit air ini turut membawa sampah kiriman ke Jakarta," kata Andono melalui keterangan tertulisnya, Sabtu 8 Februari 2020.

    Sejak Jumat sore, Andono telah menyiagakan semua jajarannya untuk mengantisipasi curah hujan yang tinggi di kawasan hulu. Curah hujan yang tinggi tersebut terlihat dari kenaikan ketinggian air di Bendung Katulampa, Kabupaten Bogor, mulai dari pukul 16.00 hingga 22.00 yang berstatus siaga tiga atau waspada.

    Sejak tengah malam, kata Andono, UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI telah menyiagakan personel dan alat berat untuk membersihkan sampah yang terbawa aliran Kali Ciliwung masuk ke Jakarta dan ditahan di Pintu Air Manggarai.

    Pada pukul 03.00 dinihari tadi, alat berat mulai bekerja memindahkan sampah dari badan sungai ke truk-truk. Pukul 12:00, pengangkutan sampah dari emplasemen Pintu Air Manggarai tuntas dan berhasil diangkut sebanyak 829 meter kubik sampah.

    Menurut dia, jika sampah di Pintu Air Manggarai tidak segera diangkat, maka bakal menyumbat pintu yang menyebabkan luapan air yang mengakibatkan banjir. “Kami sudah antisipasi dengan menyiagakan petugas di lokasi tersebut selama 24 jam. Sejak dini hari, petugas giat melakukan pengangkatan sampah,” katanya.

    Proses pemindahan sampah dari Pintu Air Manggarai pada saat banjir Jakarta itu  dilakukan dengan menggunakan satu unit alat berat Liebher dan satu unit excavator long arm. Selain di Pintu Air Manggarai, petugas juga bersiaga di Kali Ciliwung BKB Season City. "Armada yang dikerahkan berupa excavator long arm dan excavator spider."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.