Revitalisasi Monas, Pemprov DKI Klaim Sudah Tanam 573 Pohon Baru

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana perkembangan proyek revitalisasi Monas usai dilanjutkan kembali setelah mendapatkan izin dari komisi pengarah, Jumat 21 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Suasana perkembangan proyek revitalisasi Monas usai dilanjutkan kembali setelah mendapatkan izin dari komisi pengarah, Jumat 21 Februari 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim telah menanam 573 pohon baru sebagai pengganti 191 pohon yang ditebang akibat proyek revitalisasi Monas. Jumlah pohon baru itu merupakan tiga kali lipat dari pohon yang ditebang.

    "Sudah ditanami pengganti 191 pohon," kata Kepala Seksi Informasi Unit Pengelola Monas, Irfal Guci, saat dihubungi Jumat, 21 Februari 2020.

    Irfal mengatakan pohon baru tersebut ditanam di taman-taman Monas, termasuk di area revitalisasi Monas yang berada di taman Merdeka Selatan. Menurut dia, pohon baru tersebut meliputi Mahoni, Bungur, Pule, dan Trembesi. Ia menyebut pohon baru itu pengganti dari jenis Mahoni, Sawo Kecik, Flodokan Tiang, Trembesi, dan Tabebuya yang beberapa waktu ditebang.

    Pantuan Tempo terlihat sejumlah pohon dengan tinggi sekitar tiga meter berjajar di sisi kanan dan kiri proyek revitalisasi Monas. Selain itu beberapa pohon baru juga tampak di tanam sisi selatan dan barat Monas. Pohon-pohon setinggi satu meter lebih dengan diameter 20 cm terlihat masih disangga kayu.

    Sekretaris Daerah DKI, Seafullah, menyebutkan dinas telah berupaya agar tidak banyak mengorbankan pohon. Namun di lapangan hanya bisa merelokasi 85 pohon yang dipindahkan ke sisi barat dan timur Monas.

    Sedangkan 191 pohon lainnya, kata dia, tidak bisa dihindari untuk tidak ditebang. "Setelah sampai di lapangan ada pohon yang memang tidak bisa dihindari untuk ditebang," ujar Saefullah awal Februari ini. Ia pun menyebut akan mengganti tiga kali lipat pohon baru dari 191 yang ditebang di kawasan Monas.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.