Kepuasan Pengguna MRT Jakarta 82,9 Persen, Dirut: Tinggi Sekali

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang MRT Jakarta melakukan tapping kartu pembayaran masuk Stasiun Lebak Bulus di hari pertama MRT berbayar, Senin, 1 April 2019. TEMPO/IMAM HAMDI

    Penumpang MRT Jakarta melakukan tapping kartu pembayaran masuk Stasiun Lebak Bulus di hari pertama MRT berbayar, Senin, 1 April 2019. TEMPO/IMAM HAMDI

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama MRT Jakarta William P Sabandar menyatakan tingkat kepuasan pengguna moda transportasi masal di wilayah DKI Jakarta pada 2019 mencapai 82,9 persen.

    "Tahun kemarin kita mendapat hasil customer satisfaction 82,9 persen, itu tinggi sekali," kata William Sabandar saat menyampaikan kata sambutan dalam ajang Safety, Health, Environment, Security (SHES) Award PT MRT Jakarta yang digelar di UOB Plaza, Jakarta, Kamis 27 Februari 2020.

    Menurut William, MRT Jakarta tidak akan sampai kepada tahap yang sekarang ini tanpa adanya apresiasi yang luar biasa dari publik kepada MRT.

    Dirut MRT Jakarta juga menekankan bahwa pengelolaan MRT harus selalu memperhatikan kepada hal-hal yang terperinci, karena bila terjadi kesalahan dalam hal-hal detil maka juga dapat terimbas kepada hal-hal yang lebih besar.

    "MRT itu bisa sampai di titik sekarang ini karena kita belajar dari kesalahan," kata William Sabandar.

    Ia juga menambahkan, dalam hidup pasti akan terjadi kesalahan tetapi hal yang terpenting adalah bagaimana agar kesalahan yang telah dilakukan tersebut dapat diperbaiki kembali dengan baik dan benar.

    PT MRT Jakarta akan melakukan uji coba publik sistem perjalanan tanpa kartu (cardless) dengan menggunakan QR Code pada Maret 2020.

    "Jadi kami sedang melakukan uji coba terbatas terlebih dahulu, dan sebentar lagi akan dilakukan uji coba publik yang cukup besar di bulan Maret ini. Tapi itu juga masih terbatas," ujar Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhammad Kamaludin di Jakarta, Rabu (26/2).

    Dia mengatakan bahwa walaupun jumlah penguji saat uji coba pembayaran QR Code akan lebih banyak, namun pihaknya masih akan membatasinya terlebih dahulu.

    "Nanti kita lihat dari hasil uji coba tersebut, apakah bisa langsung digunakan oleh publik secara luas di akhir Maret atau mungkin kita akan lihat lagi hasil dari uji coba tersebut," katanya.

    MRT Jakarta ingin nantinya saat akan diluncurkan secara terbuka, sistem pembayaran QR Code ini memang sudah betul-betul memudahkan pengguna dan lancar.

    "Secara teknologi kami sebetulnya sudah cukup aman dan siap, cuma kami ingin melihat dari sisi perilaku penumpangnya," ujar Muhammad Kamaludin.

    Sebelumnya Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pihaknya optimistis dapat merampungkan pembayaran untuk melakukan perjalanan tanpa kartu (cardless) dengan menggunakan QR Code dalam waktu dekat. Namun William tidak memberikan detail kepastian sistem pembayaran QR Code akan mulai berlaku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.