Polisi: Kasus Narkoba Lucinta Luna Masih dalam Pemberkasan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lucinta Luna bersama FLO saat pemusnahan barang bukti narkoba yang Polda Metro Jaya sita selama tahun 2020, Rabu, 19 Februari 2020. Tempo/Zulnis

    Lucinta Luna bersama FLO saat pemusnahan barang bukti narkoba yang Polda Metro Jaya sita selama tahun 2020, Rabu, 19 Februari 2020. Tempo/Zulnis

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik kepolisian menyampaikan kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat selebgram Lucinta Luna atau LL saat ini masih dalam tahap pemberkasan.

    "Sampai saat ini pemberkasan masih jalan, dari penyidik masih terus melengkapi berkas perkara tentang LL," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis, 27 Februari 2020 soal kasus Lucinta Luna itu.

    Yusri mengatakan apabila pemberkasan telah selesai, pihaknya akan segera menyampaikan perkembangannya. "Nanti kalau sudah selesai, kita sampaikan ke teman-teman," ujar Yusri.

    Setelah pemberkasan oleh kepolisian selesai, penyidik akan mengirimkan berkas kasus Lucinta ke kejaksaan.

    Apabila pihak kejaksaan menyatakan berkas telah lengkap, maka polisi akan menyerahkan tersangka dan barang buktinya ke kejaksaan untuk segera disidangkan.

    Barang bukti yang ditemukan saat Lucinta digerebek di Apartemen Thamrin Residence, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada penggerebekan Selasa (12/2) dini hari, yakni dua butir pil ekstasi biru berlogo lego, tujuh butir pil riklona dan lima butir pil tramadol.

    Lucinta Luna diancam Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 60 ayat (1) sub huruf pasal 62 juncto pasal 71 ayat (1) UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara