Banjir Jakarta, Waduk Ria Rio Pulomas Terakhir Dikeruk 2017

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SEJUMLAH wilayah di Jakarta kembali direndam banjir, kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyebutkan 10,74 persen dari seluruh rukun warga Ibu Kota terkena dampak musibah tersebut.

    SEJUMLAH wilayah di Jakarta kembali direndam banjir, kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyebutkan 10,74 persen dari seluruh rukun warga Ibu Kota terkena dampak musibah tersebut.

    TEMPO.CO, Jakarta -Warga di Pulomas, Jakarta Timur menyebut salah satu penyebab banjir Jakarta yang terjadi 25 Februari 2020 lalu akibat Waduk Ria Rio sudah lama tidak dikeruk sehingga daya tampung waduk berkurang.

    Salah satu warga Pulomas Karel menyebutkan waduk Ria Rio terakhir dikeruk tiga tahun yang lalu, sebelum banjir Jakarta awal tahun yang sudah beberapa kali terjadi.

    "Terakhir dikeruk 2017," ujarnnya di Pulomas Jakarta Timur, Sabtu 29 Februari 2020.

    Saat itu kata Karel, mobil eskavator pengeruk yang sebelumnya ditempatkan di Waduk Ria Rio ditarik oleh dinas sehingga tidak ada lagi pengerukan.  Hal tersebut berdampak dengan kedalaman waduk yang berkurang.

    Padahal kata Karel, kawasan Pulomas tidak pernah dilanda banjir besar sejak 2014. Namun Minggu, 24 Februari 2020, lalu Pulomas direndam banjir hingga ketinggian pinggang orang dewasa.

    Selain itu kata dia, banjir kemarin juga lama surutnya. Warga meminta agar Pemerintah DKI segera mengeruk Waduk Ria Rio.

    "Kami minta segera dikeruk, dan waduk harus diperdalam dan diperlebar lagi, agar daya tampung airnya semakin besar," ujarnya.

    Karel menambahkan warga juga meminta agar jumlah pompa yang disediakan juga ditambah agar saat terjadi banjir, genangan air bisa segera surut.

    Camat Pulogadung, Bambang Pangestu menyebutkan jika Pemerintah DKI akan segera mengeruk Waduk Ria Rio, hal tersebut sudah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau banjir Pulomas pekan lalu.

    "Senin besok sudah ada kordinasi untuk dilakukan pengerukan. Aspirasi yang disampaikan oleh warga juga sudah disampaikan ke pak gubernur saat meninjau banjir Jakarta, kemarin," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.