Gejala Virus Corona, RSPI Sulianti Saroso Sudah Periksa 500 Orang

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memeriksakan kesehatannya di Pos Pemantauan Virus Corona RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa 3 Maret 2020. Menurut Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSPI Sulianti Saroso Tiursani Idawati, pos yang dibuka 24 jam gratis dan mulai dibuka pada minggu ketiga Januari itu mengalami peningkatan empat kali lipat pascapresiden mengumumkan dua orang positif Corona di Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Warga memeriksakan kesehatannya di Pos Pemantauan Virus Corona RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa 3 Maret 2020. Menurut Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSPI Sulianti Saroso Tiursani Idawati, pos yang dibuka 24 jam gratis dan mulai dibuka pada minggu ketiga Januari itu mengalami peningkatan empat kali lipat pascapresiden mengumumkan dua orang positif Corona di Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta -Pos pemantauan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso disingkat RSPI Sulianti Saroso mencatat hampir 500 orang melaporkan gejala Virus Corona sejak Januari 2020.

    Direktur Utama rumah sakit tersebut, Mohammad Syahril, mengatakan warga yang melapor karena merasa punya gejala Corona itu diperiksa oleh petugas yang siaga selama 24 jam di pos pemantauan.

    Syahril mengatakan, dari hampir 500 orang itu, hanya 1 orang yang perlu diisolasi. Sisanya dinyatakan sehat setelah menjalani pemeriksaan. “Cuma 1 yang dirawat (isolasi) tadi malam,” ucap dia di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis, 5 Maret 2020.

    Hingga saat ini RSPI Sulianti Saroso telah mengisolasi sembilan orang, di mana dua di antaranya, yang merupakan warga Depok, telah lebih dulu dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona. Sisanya, kata Syahril, masih berstatus pasien dalam pengawasan.

    Syahril menjelaskan, RSPI Sulianti Saroso memang membuka pos pemantauan sejak Januari lalu. Masyarakat yang merasa mengalami gejala batuk, demam, dan sesak napas dapat melapor untuk kemudian diperiksa kesehatannya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.