Tegal Lockdown, Penumpang di Terminal Bus Kalideres Melorot

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dishub memeriksa kelayakan klakson bus dengan pengukur desibel di  terminal Kalideres, Jumat 23 Desember 2016. TEMPO/BRIAN HIKARI

    Petugas Dishub memeriksa kelayakan klakson bus dengan pengukur desibel di terminal Kalideres, Jumat 23 Desember 2016. TEMPO/BRIAN HIKARI

    TEMPO.CO, Jakarta -Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menerapkan pembatasan wilayah yang kemudian dikenal Tegal lockdown  untuk menekan penyebaran virus Corona di Kota Bahari ini.

    Seluruh akses menuju Kota Tegal akan ditutup mulai 30 Maret sampai 30 Juli 2020.

    Bus arah Jakarta-Tegal, Jawa Tengah kini tak lagi melayani penumpang di Terminal Kalideres Jakarta Barat sejak Kamis malam, 26 Maret 2020.

    "Dari tadi malam bus-bus menuju Tegal sudah tidak ada di Terminal Kalideres. Jadi, mereka langsung berhenti di pul masing-masing seperti Sinar Jaya pulnya di Bekasi," ujar Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen, di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020.

    Ia mengatakan hal tersebut terkait dengan kebijakan karantina wilayah yang diterapkan di Tegal yang diumumkan Kamis, 26 Maret 2020.

    Revi menyebut arus mudik ke arah Tegal menunjukkan penurunan penumpang semenjak pandemi virus Corona (COVID-19) merebak di Jakarta.

    Sementara bus Sinar Jaya yang tidak jadi berangkat ke Tegal, masih parkir saja di kawasan terminal itu.

    "Bus hanya parkir tapi tidak ada penumpang. Penurunan Jumat ini, bahkan bisa capai 40 sampai 50 persen dari penumpang biasanya," katanya.

    Langkah karantina wilayah disuarakan oleh kepala daerah Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Dedy Yon Supriyono yang memutuskan untuk mengambil kebijakan "local lockdown". Langkah Tegal lockdown itu dengan menutup akses keluar masuk kota selama empat bulan ke depan. Hanya jalan provinsi dan jalan nasional yang tetap terbuka.

    ANTARA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.