Corona: Pemprov DKI Sudah Tampung 751 Tenaga Medis di Hotel BUMD

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas medis berada di salah satu hotel milik BUMD DKI, yang ditunjuk menjadi tempat tinggal tim medis yang bertugas dalam penanggulangan wabah Virus Corona. Hari ini terdapat 138 tenaga medis dari RSUD Tarakan dan RSUD Pasar Minggu mulai menempati hotel Grand Cempaka Business di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dok Humas Pemprov DKI

    Sejumlah petugas medis berada di salah satu hotel milik BUMD DKI, yang ditunjuk menjadi tempat tinggal tim medis yang bertugas dalam penanggulangan wabah Virus Corona. Hari ini terdapat 138 tenaga medis dari RSUD Tarakan dan RSUD Pasar Minggu mulai menempati hotel Grand Cempaka Business di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dok Humas Pemprov DKI

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Jakarta Tourisindo, Novita Dewi, mengatakan hingga Jumat, 3 April 2020 sudah ada 751 tenaga medis yang ditampung di empat hotel milik Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mereka adalah para tenaga medis yang berada di garis terdepan selama wabah Corona

    "Total kamar yang terpakai 377 kamar," kata Novita saat Tempo hubungi lewat pesan pendek. Sejauh ini ada empat hotel yang menampung mereka, yakni Grand Cempaka Business Hotel, Hotel D'Arcici Al-Hijra, Hotel D'Arcici Plumpang, dan Hotel D'Arcici Sunter.

    Novita menyebutkan sebanyak 389 tenaga kesehatan menempati 198 kamar di Grand Cempaka Business Hotel. Selanjutnya 150 tenaga kesehatan di 70 kamar Hotel D'Arcici Al-Hijrah, 109 tenaga kesehatan di 60 kamar Hotel D'Arcici Plumpang, dan 103 tenaga kesehatan di 49 kamar Hotel D'Arcici Sunter.

    Novita menjelaskan, para tenaga kesehatan yang ditampung bekerja di berbagai rumah sakit dan instansi kesehatan di DKI Jakarta. Rinciannya adalah 234 orang di RS Tarakan, 198 orang di RSUD Pasar Minggu, 84 orang di RSKD Duren Sawit, 52 orang di RSUD Koja, 150 orang di RSUD Cengkareng. Lalu 14 orang di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jakarta, 12 orang di AGD, 5 orang relawan, serta 2 orang di Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadikan empat hotel milik DKI sebagai tempat tinggal sementara bagi petugas medis corona. Satu di antaranya adalah Hotel Grand Cempaka Business milik BUMD Jakarta, PT. Jakarta Tourisindo.

    Sejumlah fasilitas tambahan juga disiapkan khusus untuk melindungi dan melayani para tenaga medis. Setiap kamar dibersihkan dengan disinfektan secara rutin, makanan disediakan dalam kotak, bilik disinfektan disediakan di luar pintu masuk dan keluar.

    Untuk mobilitas tenaga medis, Pemprov DKI juga menyiapkan 15 bus TransJakarta dan 50 bus sekolah dioperasikan khusus untuk antarjemput tenaga medis dari hotel ke rumah sakit. Anies Baswedan menyebutkan dalam waktu dekat tiga hotel milik BUMD DKI yang lain juga akan segera dijadikan tempat tinggal sementara bagi para petugas medis. Total jumlah kamar 261 unit dengan 361 tempat tidur.

    "Mereka harus kita dukung penuh. Pemprov DKI Jakarta bergerak untuk mendukung mereka," ujar Anies Baswedan.

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.