Hari Kartini, PPNI: 70 Persen Perawat Covid-19 Adalah Wanita

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, 16 Maret 2017. PPNI meminta DPR memperhatikan nasib honorer perawat dan tenaga kerja sukarela agar diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). ANTARA FOTO

    Sejumlah perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, 16 Maret 2017. PPNI meminta DPR memperhatikan nasib honorer perawat dan tenaga kerja sukarela agar diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta- Ketua Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadilah menyebutkan jumlah perawat perempuan yang bertugas dalam penanggulangan Covid 19 mencapai 70 persen.

    "Perawat yang berjuang melawan Covid 19 sekitar 70 persen adalah wanita," ujar Harif saat dihubungi, Selasa 21 April 2020.

    Harif menyebutkan dalam memperingati hari Kartini, para perawat perempuan yang bertugas bisa melihat sosok Kartini yang menginspirasi  dalam memperjuangkan emansipasi wanita.

    "Semangat RA Kartini memperjuangkan emansipasi tanpa henti sampai akhir hayat bisa kita jadikan inspirasi," ujarnya.

    Harif memberikan dukungan kepada para perawat tetap semangat dalam bertugas berjuang melawan Covid-19. Dia mendoakan agar seluruh perawat diberi kesehatan dan dilindungi oleh Tuhan.

    "Semangat berjuang melawan Covid-19, untuk membebaskan wabah di negeri tercinta Indonesia," ujarnya.

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto