Bupati Bogor Minta Milenial Kampanyekan Protokol New Normal

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembeli bertransaksi di tempat penjualan oleh-oleh di Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa 26 Mei 2020. Meski masih dalam penerapan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) wisatawan masih ramai mengunjungi tempat tersebut. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Pembeli bertransaksi di tempat penjualan oleh-oleh di Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa 26 Mei 2020. Meski masih dalam penerapan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) wisatawan masih ramai mengunjungi tempat tersebut. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin mengajak milenial untuk aktif menyosialisasikan konsep kenormalan baru atau New Normal.

    "Masyarakat kita masih banyak yang belum paham apa itu new normal, oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya para tokoh dan pemuda untuk gencar mensosialisasikan ini," ujarnya usai memimpin rapat di kantornya, Cibinong Kabupaten Bogor, Kamis, 28 Mei 2020.

    Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tengah menyusun rencana New Normal di tengah pandemi Covid-19 menjelang berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    "New Normal menjadi suatu keniscayaan mengingat belum ada yang tahu kapan pandemi ini berakhir dan vaksin belum ditemukan. Oleh sebab itu kita harus mulai mempersiapkan segala sesuatunya," kata Ade Yasin.

    Ia mengatakan, secara umum konsep new normal yaitu kembali memberikan kelonggaran sosial setelah dilakukan pembatasan pada masa PSBB, tapi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.