New Normal, DPRD Kabupaten Bekasi Minta Tempat Wisata Diawasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekowisata hutan mangrove Pantai Mekar di Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Antara

    Ekowisata hutan mangrove Pantai Mekar di Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Antara

    TEMPO.CO, Cikarang - DPRD Kabupaten Bekasi meminta pemerintah daerah memperketat aturan teknis industri pariwisata saat PSBB parsial berakhir dan New Normal diberlakukan.

    "Adaptasi menuju new normal bisa saja menimbulkan lonjakan kasus corona baru di sektor usaha yang berpotensi menimbulkan keramaian, termasuk tempat wisata," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Soleman di Cikarang, Kamis 4 Juni 2020.

    Menurut dia, upaya itu dapat dilakukan dengan mewajibkan segenap pelaku usaha kepariwisataan memperhatikan protokol kesehatan dan kebersihan di tempat usahanya.

    Pemerintah daerah juga dituntut melakukan pengawasan secara penuh terhadap aktivitas kepariwisataan untuk memastikan protokol kesehatan Corona virus disease 2019 (COVID-19) terlaksana dengan baik.

    "Kalau perlu beri sanksi tegas kepada pelaku usaha yang tidak menjalankan aturan teknis usaha kepariwisataan," ucapnya.

    Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi Sunandar mengatakan aturan teknis dibuat untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di masa transisi perubahan pola hidup masyarakat seiring menurunnya tingkat penyebaran virus berbahaya itu.

    "Selain upaya menghidupkan kembali roda perekonomian rakyat sekaligus sarana melepas penat dan kebosanan, tempat wisata juga harus clear dari penyebaran virus corona. Pelaku usaha kepariwisataan wajib memenuhi persyaratan itu agar terhindar dari kluster baru penyebaran virus dan pemerintah daerah yang menyiapkan aturan teknisnya," kata dia.

    Kebijakan itu seperti pembatasan jumlah pengunjung tempat wisata, penempatan tim pengawas, penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19, hingga sanksi bagi pelanggar kebijakan.

    "Yang tidak kalah penting juga adalah kepatuhan wisatawan yang berkunjung serta dukungan pelaku usaha kepariwisataan dalam mencegah lonjakan kasus baru COVID-19," katanya.

    Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi Encep Suprihatin Jaya mengatakan pihaknya tengah menyiapkan aturan-aturan teknis untuk kembali membuka aktivitas usaha di daerahnya.

    "Ini yang harus dipenuhi saat adaptasi New Normal. Kami siapkan aturan dan mulai sosialisasi karena aktivitas wisata akan dimulai saat selesai PSBB. Bagi pelaku usaha yang tidak memenuhi standar protokol akan ditutup lagi," kata Encep.

    Pengawasan terhadap kepatuhan protokol pencegahan COVID-19 di sektor pariwisata menjelang new normal dilaksanakan secara terintegrasi melalui gugus tugas COVID-19 Kabupaten Bekasi. "Dinas Pariwisata menyiapkan aturan dan sosialisasi sedangkan penindakan terhadap pelanggar jadi kewenangan polisi, TNI, dan petugas Satpol PP," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.