Rekor Kasus Positif Corona, Epidemiolog: Longgar saat Lebaran

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membeli kue kering menjelang Lebaran di Pasar Jatinegara, Jakarta, Senin, 18 Mei 2020. Menurunnya daya beli kue kering menjelang Lebaran ini, salah satunya disebabkan penerapan PSBB sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona. TEMPO/Tony Hartawan

    Warga membeli kue kering menjelang Lebaran di Pasar Jatinegara, Jakarta, Senin, 18 Mei 2020. Menurunnya daya beli kue kering menjelang Lebaran ini, salah satunya disebabkan penerapan PSBB sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia Syahrizal Syarif mengatakan meningkatnya angka penularan virus corona selama masa PSBB transisi terjadi karena dampak dari ketidakpatuhan masyarakat menjelang dan saat lebaran kemarin.

    Menjelang dan saat lebaran banyak masyarakat yang tidak patuh dengan protokol kesehatan hingga menimbulkan kerumunan baik di pasar maupun di jalan. "Peningkatan ini gambaran hasil pelonggaran saat lebaran," kata Syahrizal melalui pesan singkatnya, Rabu, 10 Juni 2020.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan angka penularan harian Covid-19 selama masa pandemi. Pada Senin kemarin, 8 Juni 2020, pasien baru yang terinfeksi virus corona mencapai 234 orang. Jumlah tersebut lebih tinggi dari angka sebelumnya yang mencapai 223 kasus baru pada 15 April 2020.

    Syahrizal menuturkan Pemprov DKI memang belum mampu mengendalikan virus ini. Hal itu dibuktikan dengan kurva penularan yang masih naik dan turun. Suatu wilayah disebut berhasil mengendalikan pagebluk jika tidak terjadi lagi lonjakan kasus selama 14 hari. "Dengan kata lain selama 14 hari berturut-turut terjadi penurunan jumlah kasus harian," ujarnya.

    Syahrizal menyayangkan DKI begitu cepat merelaksasi kebijakan PSBB saat wabah belum terkendali. Menurut dia, DKI bakal merasakan dampak kenaikan kasus penularan saat pelonggaran terjadi sekitar 8-10 hari ke depan. "Kenaikan yang saat ini terjadi karena pelonggaran saat lebaran," ujarnya.

    Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan penambahan kasus yang menjadi angka tertinggi selama pandemi ini karena adanya penundaan sample dari beberapa laboratorium swasta, yang libur pada Sabtu dan Minggu kemarin.

    "Karena itu pengerjaan spesimen dilakukan pada hari Senin. Sehingga, hasil tes sering meningkat pesat pada pelaporan hari Selasa," kata Ani melalui konferensi pers daring. Rekor baru penambahan kasus baru Covid-19 tersebut terjadi di hari keempat penerapan masa transisi menuju kenormalan baru atau new normal. Kebijakan PSBB transisi DKI telah dimulai sejak Jumat, 5 Juni 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.