Kota Bogor Laksanakan 5.900 Rapid Test Hingga Juni

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kanan) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) memantau pelaksanaan rapid test massal di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Jumat 26 Juni 2020. Ridwan Kamil memantau pelaksanaan rapid test di Stasiun Bogor dan Pondok Pesantren sebagai langkah antisipasi mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kanan) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) memantau pelaksanaan rapid test massal di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Jumat 26 Juni 2020. Ridwan Kamil memantau pelaksanaan rapid test di Stasiun Bogor dan Pondok Pesantren sebagai langkah antisipasi mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Bogor - Pemerintah Kota Bogor telah melaksanakan 5.900 rapid test atau tes cepat untuk melacak dan menekan penyebaran Covid-19 di Kota hujan itu.

    "Rapid test sebanyak 5.000 kit kepada warga itu dilakukan sejak April hingga Juni 2020," kata Kepala Dinas Kesehatan Sri Nowo Retno, Senin 29 Juni 2020.

    Menurut Retno, sepanjang Juni Dinas Kesehatan telah dilakukan rapid test sebanyak 2.000 kit untuk warga Kota Bogor.

    Rapid test itu dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor di sejumlah pasar tradisional di Kota Bogor antara lain, Pasar Bogor, Pasar Kebon Kembang, Pasar Sukasari, dan Pasar Gunungbatu.

    Dinas Kesehatan juga melakukan rapid test beberapa kali di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pajajaran, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), di Dinas Kesehatan, di sejumlah Puskesmas.

    Dinas Kesehatan Kota Bogor bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat juga telah dua kali melakukan rapid test di Stasiun Bogor.

    Lembaga lainnya juga melakukan rapid test di Kota Bogor yakni Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan rapid test sebanyak 500 kit di Pasar Bogor, Kodim 0606 Kota Bogor juga melakukan rapid test untuk 200 kit di GOR Pajajaran, serta rapid tes sebanyak 200 kit di Rumah Sakit Salak Kota Bogor.

    Menurut Retno, kegiatan rapid test itu seluruhnya untuk melacak dan menekan penyebaran Covid-19 yang targetnya dapat memutus mata rantai Covid-19.

    "Rapid test ini adalah tes cepat sebagai indikator apakah seseorang itu reaktif atau tidak terhadap virus, khususnya virus corona," katanya.

    Setelah diketahui seseorang yang menjalani rapid test adalah reaktif, kata dia, maka untuj memastikan orang tersebut positif atau negatif dari serangan Covid-19 dilanjutkan dengan swab test yang sampelnya diuji di laboratorium.

    Selain menggelar rapid test dan swab test, Pemerintah Kota Bogor juga membentuk Pasukan Deketif (deteksi aktif) Covid-19. Ada 2 tim detektif Covid-19 yang bertugas melacak dan memantau penyebaran Covid-19 secara aktif di seluruh wilayah Kota Bogor, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RW.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.