Pemkot Tangerang Masih Kaji Ojek Online Beroperasi Kembali

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menaiki ojek online yang dipasangi partisi, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 8 Juni 2020. Pemakaian masker, menyediakan hand sanitizer, dan partisi pemisah menjadi kelaziman yang baru bagi ojek online saat berlaku new normal. TEMPO/Prima Mulia

    Warga menaiki ojek online yang dipasangi partisi, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 8 Juni 2020. Pemakaian masker, menyediakan hand sanitizer, dan partisi pemisah menjadi kelaziman yang baru bagi ojek online saat berlaku new normal. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Tangerang masih melakukan kajian terhadap ojek online untuk dapat kembali mengangkut penumpang."Untuk kegiatan transportasi tentang ojek online dapat menarik kembali penumpang masih dikaji saat ini," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar dihubungi di Tangerang, Selasa, 14 Juli 2020.

    Dia menjelaskan ada beberapa aturan yang harus dibahas lebih mendalam sebelum ojek online dapat beroperasi kembali dengan mengangkut penumpang. Tujuannya, katanya, demi keamanan karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. "Intinya masih berproses kajiannya," katanya.

    Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Kota Tangerang diperpanjang hingga 26 Juli 2020. Perpanjangan PSBB yang juga berlaku untuk wilayah Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang tersebut, memasuki tahap keenam.

    Sesuai dengan Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 29 Tahun 2020 tentang Sanksi Dalam Pelaksanaan PSBB, untuk yang melanggar pembatasan aktivitas moda transportasi mendapatkan sanksi berupa kerja sosial, yakni membersihkan sarana umum selama dua jam, penyitaan paksa sementara kartu identitas/surat izin mengemudi/surat tanda nomor kendaraan hingga denda Rp 500.000

    Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah, usai acara peluncuran video pembelajaran bagi siswa, menuturkan kajian sedang dilakukan oleh Dinas Perhubungan mengenai kemungkinan pengemudi ojek online bisa kembali mengangkut penumpang.

    Dia juga meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terkait dengan pembukaan taman tematik dan sarana olahraga lainnya pada masa pandemi virus corona."Intinya jangan sampai masyarakat euforia karena wabah ini masih berada di sekitar kita sehingga perlu kedisiplinan yang tinggi dengan selalu menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rangkap Jabatan dan Konflik Kepentingan di BUMN

    Ombudsman RI mendapati ratusan komisaris badan usaha milik negara berposisi rangkap jabatan dan berpotensi terjadi konflik kepentingan.