Sopir Ojek Online Antusias Sambut Pembukaan Aplikasi Penumpang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprotkan disinfektan ke dalam helm pengendara ojek online di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Senin, 8 Juni 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas menyemprotkan disinfektan ke dalam helm pengendara ojek online di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Senin, 8 Juni 2020. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan pengemudi ojek online beroperasi untuk mengangkut penumpang selama PSBB transisi dengan menerapkan protokol kesehatan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bekasi -Pemerintah Kota Bekasi resmi mengizinkan ojek online beroperasi lagi membawa penumpang mulai Kamis, 9 Juli 2020. Syarat operasi yaitu menjalankan protokol kesehatan disertai dengan partisi sebagai pembatas antara driver dan penumpang.

    "Kalau terus takut virus. Maka, kita akan terkapar semua," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Kamis, 9 Juli 2020.

    Rahmat mengatakan dibukanya kembali layanan membawa penumpang bagi ojek online untuk memudahkan aktivitas warga Kota Bekasi. Selain itu, kata dia, para driver ojek online membutuhkan kegiatan ekonomi untuk menunjang pendapatan bagi keluarganya. "Ekonomi tumbuh, daya beli masyarakat meningkat," kata dia.

    Ia kembali mengingatkan supaya masyarakat tidak takut untuk beraktivitas. Tentunya, dengan menjalankan protokol kesehatan. Menurut dia, angka reproduksi virus corona di Kota Bekasi sangat rendah, dimana angka kesembuhan telah mencapai 100 persen, sedangkan angka kematian nol sejak sebulan lalu.

    "Yang kondisi imunnya lemah, terkena Covid saya sudah siapkan ruang isolasi di RSUD, ada 117 tempat tidur," kata dia.

    Pembukaan aplikasi untuk penumpang disambut driver ojek online. Mereka berharap penghasilan kembali pulih seperti sebelum terjadi pandemi virus corona secara global. "Selama PSBB hanya mengandalkan pengantaran barang dan makanan, pendapatan berkurang jauh," kata Ade, seorang sopir ojol.

    Sopir lainnya, Erna mengaku lega bisa kembali menarik penumpang. Ia berharap penghasilannya kembali pulih. Sebab, selama aplikasi untuk penumpang ditutup, tidak setiap hari memperoleh penghasilan. "Bersyukur sekali bisa normal lagi, kendati harus menjalankan protokol kesehatan," kata dia.

    VP Region West Java & Banten Gojek, Becquini Akbar mengatakan korporasi menyiapkan protokol kesehatan berupa J3K yaitu Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan untuk memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pelanggan. "Sejak awal pandemi, Gojek telah melakukan berbagai penyesuaian yang mengedepankan aspek kesehatan pada setiap layanan,” katanya.

    Jaga Kesehatan di dalam J3K yaitu program gaya hidup sehat, terutama bagi para mitranya yang melayani para pelanggan setiap hari. Karena itu, ditekankan penggunaan masker dan membawa hand sanitizer serta pengecekan suhu tubuh bagi mitra driver di enam posko aman di Bekasi.

    Sementara itu, Jaga Kebersihan di dalam inisiatif J3K adalah program ojek online Gojek dalam memastikan kebersihan ekosistem, salah satunya dengan membuat Posko Aman J3K sebanyak enam titik di Bekasi sebagai tempat melakukan disinfeksi kendaraan dan helm, pendistribusian masker, hairnet, dan hand sanitizer bagi para mitra driver.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.