Anies Baswedan Ungkap Muasal Slogan Maju Kotanya Bahagia Warganya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saling melemparkan senyum saat menghadiri kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 7 April 2019. Anies sebelumnya juga ikut salat Subuh bersama Prabowo dan Sandi serta para pendukungnya. instagram.com/sandiuno

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saling melemparkan senyum saat menghadiri kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 7 April 2019. Anies sebelumnya juga ikut salat Subuh bersama Prabowo dan Sandi serta para pendukungnya. instagram.com/sandiuno

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap tercetusnya slogan Maju Kotanya, Bahagia Warganya, pada kampanye Pilkada DKI 2017. Menurut dia, slogan tersebut terbentuk secara spontanitas.

    "Dulu itu spontanitas saat meeting di Dharmawangsa. Saat itu sama Kang Eep (Eep Saefulloh Fatah), terucap maju kotanya, bahagia warganya," kata Anies dalam diskusi daring Indonesia Leaders Talk yang mengusung tema Memoar Pilkada DKI 2017 pada Senin malam, 10 Agustus 2020. Eep Saefulhoh merupakan konsultan politik Anies - Sandiaga pada Pilkada 2017.

    Anies menuturkan slogan tersebut tercetus dari interaksi sosial, bukan dengan meditasi. Menurut dia, inspirasi atau gagasan bisa terbentuk dari interaksi sosial. "Termasuk benturan gagasan yang menghasilkan percikan inspirasi. Itu semua muncul dari interaksi," ujarnya.

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan dalam interaksi sosial masyarakat tidak perlu khawatir dalam membangun ekosistem perdebatan. Dari pengalaman Anies, perdebatan yang terjadi dalam internal tim pemenangan justru menghasilkan inspirasi.

    ADVERTISEMENT

    "Kami melakukan perdebatan yang sehat dalam proses kampanye kemarin dan menimbulkan inspirasi," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?