Jakarta Pusat Jadi Wilayah Tercepat Penularan Covid-19 di DKI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona Covid-19. ANTARA/Shutterstock/am.

    Ilustrasi peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona Covid-19. ANTARA/Shutterstock/am.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecepatan penularan Covid-19 di wilayah Jakarta Pusat menjadi yang tertinggi di Ibu Kota. Hal itu terlihat dari angka Incidence Rate (IR) Covid-19 di Jakarta Pusat. IR Covid-19 merupakan angka yang menggambarkan laju kasus baru pada populasi dan periode waktu tertentu.

    Dari data yang diterima Tempo, kecepatan IR Covid-19 di Jakarta Pusat pada 23 Juli hingga 6 Agustus mencapai 45,31. Dengan kecepatan penularan tersebut, Jakarta Pusat menjadi zona merah penularan Covid-19 berdasarkan data IR virus ini.

    Sedangkan tiga wilayah bersatus oranye dan dua berstatus kuning. Tiga wilayah yang masuk zona oranye adalah Jakarta Barat dengan IR Covid-19 mencapai 24,39, Jakarta Utara (32,88) dan Jakarta Timur (25,07). Sedangkan, zona kuning berada di Jakarta Selatan (17,27) dan Kepulauan Seribu (12,26).

    Jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta masih tinggi. Kemarin, Pasien positif Covid-19 di Jakarta bertambah 578 orang. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia menyebut total ada 27.242 kasus Covid-19.

    Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengklaim lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta ini dipengaruhi oleh tingkat mobilitas masyarakat dari luar Jakarta masih tinggi. Ia mengaku membutuhkan dukungan daerah penyangga untuk mengatasi pandemi Covid 19. Apalagi angka positifity rate atau persentase penularan Covid di Jakarta terus meninigkat selama satu bulan terakhir.

    Baca juga: Epidemiolog Sarankan Pemerintah DKI Jakarta Terapkan PSBB Klaster

    Menurut data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, setiap hari ada 2-4 juta orang bergerak keluar masuk Jakarta. Artinya mereka berpotensi menjadi carier dan belum semua terlacak meski pihaknya terus meningkatkan kapasitas tes polymerase chain reaction (PCR). "Tanpa dukungan tetangga (Bodetabek), upaya tes luar biasa yang kami lakukan tak akan akan berdampak banyak," kata Widyastuti seperti dikutip dari Koran Tempo, Kamis, 13 Agustus 2020.

    Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, menyarankan Pemerintah DKI merumuskan klaster wilayah penularan virus Covid-19 di permukiman. "Wabah ini sifatnya klastering. Jadi harus melakukan PSBB klastering," kata Tri saat dihubungi, Rabu, 12 Agustus 2020.

    Pemerintah bisa mengisolasi wilayah yang dianggap menjadi klaster penularan Covid-19. Pemerintah bisa mengkarantina wilayah dengan cakupan tingkat RW, kelurahan, kecamatan hingga kota.

    "Yang penting jangan ada istilah PSBB transisi. Karena pemerintah akan membungkus zona merah dengan PSBB klaster," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.