Wagub DKI: Warga Jakarta Paham Bahaya Covid-19 tapi Abai Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat 22 Juli 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota Jakarta Pusat, Jumat 22 Juli 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta -  Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta tiap keluarga menunjuk satu orang yang bertugas memastikan keluarga paham bahaya Covid-19.

    "Kami minta setiap rumah menunjuk satu orang sebagai kader Covid-19 atau sebagai satgas atau sebagai apapun yang tugasnya memastikan anggota keluarga memahami dan mengerti bahaya Covid-19," kata Ahmad Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020.

    Baca Juga: Terjadi Penambahan 575 Kasus Positif Covid-19 di DKI Jakarta Hari Ini

    Tugasnya adalah untuk memastikan setiap anggota keluarga memahami dan senantiasa melaksanakan protokol Covid-19, di antaranya memakai masker tiap hari, cuci tangan dan jaga jarak. "Jika di unit terkecil di rumah masing-masing sudah disiplin, patuh dan taat, Insya Allah di unit yang lebih besar lagi kita patuh dan taat juga," katanya.

    Soal kedisiplinan masyarakat ini diungkapkan oleh Wagub DKI itu terkait dengan pernyataan bahwa masyarakat Surabaya lebih disiplin dan tertib dibandingkan Jakarta, menjadi kunci Surabaya berubah dari zona hitam, kini menjadi orange.

    Menurut Ahmad Riza, warga Jakarta kini semakin memahami bahaya Covid-19, meski ada penurunan kepatuhan dan kedisiplinan saat pelonggaran. Akibatnya pada penyebaran Covid-19, di samping memang banyaknya testing dan tracing yang dilakukan.

    "Alhamdulillah dalam beberapa minggu terakhir ini, masyarakat Jakarta lebih baik lagi seiring dengan berbagai regulasi yang kami buat," kata dia.

    Regulasi tersebut, di antaranya ganjil-genap yang diberlakukan agar masyarakat tidak bepergian ke luar rumah untuk hal-hal yang tidak penting hingga penindakan disiplin oleh aparat Dinas Tenaga Kerja, Satpol PP dan Kesehatan.

    Tidak kurang, kata dia, angka denda Rp 2,87 miliar dengan jumlah yang didenda tak pakai masker sudah 79.370 dan kantor ditutup ada 31. Peringatan 1 ada 389 dan peringatan 2 ada 101.
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.