Mayoritas Penumpang KRL Siap Tak Pakai Masker Scuba dan Buff di Kereta, Sebab..

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Citayam, Depok, Jawa Barat, Senin, 14 September 2020.  Kereta Rel Listrik (KRL) di DKI Jakarta akan beroperasi pada pukul 04.00-21.00 WIB. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Citayam, Depok, Jawa Barat, Senin, 14 September 2020. Kereta Rel Listrik (KRL) di DKI Jakarta akan beroperasi pada pukul 04.00-21.00 WIB. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) mengimbau para penumpang KRL untuk tidak memakai masker jenis scuba dan buff, karena dianggap tidak efektif dalam menangkal debu, bakteri, maupun virus seperti Covid-19. 

    Di stasiun Manggarai hari ini, meskipun masih ada yang menggunakan masker jenis scuba ataupun buff, sebagian besar penumpang menyetujui imbauan yang disampaikan PT KCI itu.

    Didik, salah seorang pengguna KRL, mendukung imbauan yang disampaikan PT KCI. Sebab, ia mengaku sudah terbiasa menggunakan masker bahan berlapis ataupun masker medis karena merasa lebih aman.

    Baca juga : Info PSBB Hari Pertama: Penumpang KRL di Sejumlah Stasiun Menurun 

    “Saya setuju-setuju aja, sih. Saya sudah biasa pakai masker ini, lebih aman,” ujarnya kepada Tempo di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu, 16 September 2020. 

    Hal yang sama disampaikan Hendi. Menurutnya, sebagai penumpang, ia merasa lebih aman jika para penumpang lainnya mulai memakai jenis masker yang lebih aman ketimbang buff atau masker scuba yang cenderung tipis dan terasa

    “Lebih bagus. Saya bawa banyak masker, termasuk N95. Saya juga pakai scuba, tapi tetap saya dobelin pakai masker lain,” ujar penumpang KRL tersebut.

    PT Kereta Commuter Indonesia belakangan telah melakukan sosialisasi kepada pelanggannya untuk menghindari penggunaan masker jenis scuba dan buff, dan menggantinya dengan masker jenis lain yang lebih efektif seperti masker bedah ataupun masker bahan 3 lapis.

    Melalui unggahan di akun Instagram @commuterline pada Sabtu, 12 September 2020 lalu,  PT KCI menjelaskan bahwa tingkat efektivitas masker jenis scuba dan buff dalam menangkal virus, bakteri, dan debu hanya berkisar di angka 0 hingga 5 persen saja.

    Namun, pandangan berbeda disampaikan Raul, salah seorang pengguna kereta yang menilai masker jenis scuba yang dia kenakan sudah cukup efektif selama dikenakan secara benar.

    “Asal pakainya benar sepertinya gak masalah. Yang penting hidung sampai dagu ini ketutup,” ujarnya.

    Penumpang KRL lain, Azzahra, mengaku biasa mengenakan berbagai jenis masker, termasuk jenis scuba yang sedang ia pakai. Namun, dia tetap bersedia mematuhi jika nantinya ada aturan dari PT KCI yang benar-benar melarang pemakaian masker jenis itu.

    “Kita ikuti saja aturannya. Yang penting, kan, kita aman,” ujarnya. 

    ACHMAD HAMUDI ASSEGAF | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.