DLH DKI Angkut 328 Ton Sampah dari Pintu Air Ciliwung Manggarai

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat ekskavator kerahkan untuk membersihkan sampah yang didominasi kayu dan  bambu di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Selasa 22 September 2020. Hujan deras yang mengguyur wilayah Puncak, Kabupaten Bogor dan wilayah sekitarnya sejak Senin sore, membuat ketinggian air di Bendung Katulampa Kota Bogor mencapai 220 sentimeter atau status siaga I. TEMPO/Subekti.

    Alat berat ekskavator kerahkan untuk membersihkan sampah yang didominasi kayu dan bambu di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Selasa 22 September 2020. Hujan deras yang mengguyur wilayah Puncak, Kabupaten Bogor dan wilayah sekitarnya sejak Senin sore, membuat ketinggian air di Bendung Katulampa Kota Bogor mencapai 220 sentimeter atau status siaga I. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyatakan telah mengangkut 328 ton sampah dari pintu air Kali Ciliwung Manggarai, Jakarta Selatan, pada Selasa, 22 September 2020, pukul 08.00. "Proses pengangkatan sampah masih terus berlangsung," kata Kepala DLH DKI, Andono Warih, melalui pesan singkatnya.

    DLH telah menerjunkan 20 personel untuk mengangkat sampah dari Pintu Air Manggarai dan 20 truk. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan tiga alat berat di sana. "Personel dan truk hingga alat berat sudah kami siagakan sejak kemarin. Ketinggian air pada pukul delapan pagi ini di angka 740 sentimeter."

    Baca Juga: Hujan Lebat di Jakarta, 31 Jalan Masih Banjir hingga Dinihari

    Selain itu, pemerintah telah menyiapkan 10 petugas di pintu Banjir Kanal Barat Season City, Jakarta Barat. Pemerintah juga menyiapkan 5 armada truk dan dua alat berat untuk mengangkut sampah di sana. "Dump truk tipper besar sudah tiga rit mengangkat sampah dari pintu BKB."

    Sedangkan, di pintu Kali Ciliwung Jembatan Kampung Melayu, Jakarta Timur, pemerintah telah menyiagakan 10 petugas, lima truk dan dua alat berat. "Kondisi di Jembatan Kampung Melayu masih kondusif."

    Banjir melanda sebagian wilayah Ibu Kota imbas hujan ekstrem di kawasan Jabodetabek pada Senin sore hingga malam, 21 September 2020. Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI mencatat sejumlah kawasan Ibu Kota telah diterjang banjir.

    Pemerintah pun telah mendirikan posko pengungsian untuk menampung warga yang rumahnya diterjang banjir. Salah satu posko pengungsian yang telah didirikan berada di Mushola Riyadhul Saadah, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat. Total ada empat posko pengungsian yang telah didirikan.

    "Ada 15 pengungsi di sana dari data pukul 03.00 dini hari," kata juru bicara BPBD DKI M. Insaf melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 22 September 2020. Selain itu, BPBD mencatat ada 49 RT tergenang banjir.

    Selain itu, jumlah ruas jalan di DKI juga tergenang banjir. Banjir di sejumlah ruas jalan di Ibu Kota mulai surut. Pada pukul 03.00, BPBD mencatat 31 ruas jalan yang tergenang dan hingga 06.00 masih ada 23 jalan yang tergenang banjir. "Jalan yang masih tergenang tersebar di Jakarta Barat."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.