Anies Baca How Democracies Die, Politikus Nasdem Jadi Ingat Kejadian Pilkada DKI

Anies Baswedan terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada berlangsung sangat panas. Namun kemenangannya diwarnai berbagai isu seperti agama, ras, antargolongan, dan politik uang. Beberapa lembaga survey menyebut elektabilitas Anies bisa diperhitungkan dalam kontes Pilpres 2019. Namun Anies beberapa kali mengatakan akan konsentrasi mengurus Ibu Kota. TEMPO Magang/Wildan AR

TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengingat kembali bagaimana Anies Baswedan memenangi Pilkada DKI 2017 setelah menyimak buku How Democracies Die. Baru-baru ini, Gubernur DKI Anies Baswedan mengunggah fotonya sedang membaca buku tersebut di akun media sosialnya.

"Hari ini saya baru sadar, apa yang terjadi saat Pilkada DKI, di mana penggunaan umat (massa) dan agama dilakukan untuk membunuh lawan politik dan memenjarakannya dengan tuduhan SARA, mungkin bersumber dari inspirasi strategi yang ada di buku itu," kata Irma secara tertulis, Senin, 23 November 2020.

Buku tentang demokrasi Amerika Serikat di masa kepempimpinan Donald Trump tersebut ditulis oleh pakar politik dari Universitas Harvard Amerika Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt pada 2018. Di Tanah Air, buku berlatar belakang pemilu di AS pada 2016 dan mengulas tentang masa pemerintahan Presiden Donald Trump itu diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Melihat resensi buku itu dari Googlebooks, demokrasi disebut bisa mati karena kudeta atau musnah secara pelan-pelan. Kematian itu bisa tak disadari ketika terjadi selangkah demi selangkah, dengan terpilihnya pemimpin otoriter, disalahgunakannya kekuasaan pemerintah, dan penindasan total atas oposisi. 

Mantan anggota DPR RI itu membayangkan bekal dari buku karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt tentang bagaimana pemilihan Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu akan digunakan kembali untuk merebut kursi Indonesia 1.

Menurut Irma, bukan tidak mungkin lawan politik Anies Baswedan akan kembali dijatuhkan melalui isu SARA dan tekanan umat seperti pada Pilkada DKI 2017.

"Dan jika itu terjadi lagi maka bukan saja demokrasi yang meninggal, tapi saya pastikan Regime Otoriter yang akan lahir kembali," kata dia. "Entah mengapa melihat buku itu di tangan sang Gubernur saya menggidik ngeri membayangkan peristiwa politik apa lagi yang bakal terjadi di tahun 2024," kata Irma.

Baca juga: Disebut Intoleran, Anies Baswedan: Tunjukkan Kebijakan Mana yang Diskriminatif

Pada Ahad pagi, 22 November 2020, Anies Baswedan membagikan foto kegiatannya sedang membaca buku di akun Twitter pribadinya. Dalam foto, Anies mengenakan kemeja putih lengan pendek dan sarung merah marun dengan motif kotak-kotak kecil. Dia duduk dan terlihat membaca buku "How Democracies Die" bersampul hitam yang senada dengan jam tangan digitalnya.






Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

2 jam lalu

Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

Warga kembali berunjuk rasa di depan Balai Kota menagih janji Anies Baswedan yang mau mencabut Pergub Penggusuran


Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

3 jam lalu

Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berjanji bakal mencabut Pergub Nomor 207 Tahun 2016 alias Pergub Penggusuran


Najwa Shihab Bantah Lembek ke Anies Baswedan

3 jam lalu

Najwa Shihab Bantah Lembek ke Anies Baswedan

Founder Narasi, Najwa Shihab, mengatakan sering mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam program-programnya


Dulu JPO Dirobohkan Demi Patung Selamat Datang, Sekarang Dihalangi Halte Transjakarta

4 jam lalu

Dulu JPO Dirobohkan Demi Patung Selamat Datang, Sekarang Dihalangi Halte Transjakarta

Gubernur Anies Baswedan dulu merobohkan JPO di Bundaran HI karena dinilai menghalangi pemandangan ke arah Patung Selamat Datang.


Anies Baswedan Resmikan Kampung Gembira Gembrong Senin Besok

5 jam lalu

Anies Baswedan Resmikan Kampung Gembira Gembrong Senin Besok

Sambil menunggu peresmian, korban kebakaran Pasar Gembrong bekerja bakti membersihkan kompleks Kampung Gembira Gembrong


Anies Baswedan Bicara Panjang Demokrasi, Singgung Ancaman, Intimidasi, dan Pilpres

10 jam lalu

Anies Baswedan Bicara Panjang Demokrasi, Singgung Ancaman, Intimidasi, dan Pilpres

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai bahwa proses demokrasi di Indonesia harus dilihat secara mendalam.


Peminat Walking Tour Membeludak, dan Jokowi Instruksikan MRT Jakarta Beli KCI Jadi Top 3 Metro

14 jam lalu

Peminat Walking Tour Membeludak, dan Jokowi Instruksikan MRT Jakarta Beli KCI Jadi Top 3 Metro

Peminat walking tour Jakarta yang meningkat tinggi dan dan instruksi Presiden Jokowi agar MRT Jakarta membeli KCI jadi Top 3 Metro hari ini.


Anies Baswedan Gencar Resmikan Proyek Jelang Lengser, Manuver Politik Pilpres 2024?

15 jam lalu

Anies Baswedan Gencar Resmikan Proyek Jelang Lengser, Manuver Politik Pilpres 2024?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gencar meresmikan berbagai proyek yang menjadi janji politiknya. Tancap gas politik buat pilpres 2024?


Dimulai Presiden Soeharto, Berikut Sejarah Pulau Reklamasi DKI Jakarta

16 jam lalu

Dimulai Presiden Soeharto, Berikut Sejarah Pulau Reklamasi DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan memutuskan mencabut izin pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Ia mengeluarkan peraturan gubernur.


5 Fakta Pulau Reklamasi di Era Anies Baswedan

17 jam lalu

5 Fakta Pulau Reklamasi di Era Anies Baswedan

Anies Baswedan tak bisa mencabut izin pulau reklamasi di tiga pulau yang kadung dibangun. Ketiganya adalah pulau C, D, G yang sempat disegel Anies.