Sah, Idris-Imam Menangkan Pilkada Depok Dengan 55,54 Persen Suara

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Mohammad Idris -Imam Budi Hartono saat mendaftar sebagai Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Depok di KPU Kota Depok, Minggu 6 September 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    Pasangan Mohammad Idris -Imam Budi Hartono saat mendaftar sebagai Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Depok di KPU Kota Depok, Minggu 6 September 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok nomor urut 02, Mohammad Idris – Imam Budi Hartono resmi dinyatakan sebagai pemenang Pilkada Depok 2020.

    Komisi Pemilihan Umum Kota Depok mengumumkan, pasangan Idris-Imam memperoleh suara sebanyak 415.657 atau 55,54 persen dari total suara sah. Sementara untuk rivalnya Pradi Supriatna – Afifah Alia perolehan suara 332.689 atau 44,46 persen.

    “Perolehan suara, pasangan Pradi Supriatna-Afifa Alia 332.689 suara, pasangan Mohammad Idris – Imam Budi Hartono 415.657 suara, jumlah suara sah 748.346 suara, tidak sah 29.391, total suara 777.737,” kata Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna saat Rapat Pleno terbuka di Hotel Bumi Wiyata, Selasa 15 Desember 2020.

    Nana mengatakan, jika ada ketidakpuasan dari hasil rekapitulasi penghitungan suara tersebut, para pihak dapat menempuh jalur hukum sesuai dengan ketentuan.

    “Setelah ditetapkan hasilnya itu bisa langsung dilakukan gugatan kalau kaitan itu bisa konfirmasi ke panitera di MK, ranah mereka untuk bisa diproses,” kata Nana.

    Pilkada Depok diikuti oleh dua pasang calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok. Keduanya merupakan petahana.

    Calon nomor urut 01 yaitu Pradi Supriatna merupakan Wakil Wali Kota Depok periode 2016-2021, sementara Calon nomor urut 02, Mohammad Idris merupakan Wali Kota Depok periode 2016-2021.

    Pradi Supriatna berpasangan dengan Afifah Alia yang diusung oleh Partai Gerindra, PDIP, PAN, Golkar, PKB, PSI dengan modal 33 kursi di parlemen.

    Sementara, Mohammad Idris berpasangan dengan Imam Budi Hartono diusung oleh PKS, Demokrat dan PPP dengan modal 17 kursi di parlemen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.