85 Persen Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta Telah Terpakai

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang dokter berdiri di depan salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA

    Dua orang dokter berdiri di depan salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin, 6 April 2020. Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Tingkat keterisian tempat tidur isolasi maupun ruang Intensive Care Unit (ICU) di 98 rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19 terus bertambah.

    Berdasarkan akun Twitter resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, @DKIJakarta, sampai dengan 20 Desember 2020 sebanyak 85 persen dari total 6.663 tempat tidur isolasi telah terpakai. “Total pasien isolasi 5.691,” seperti tertulis dalam grafik yang diunggah akun tersebut pada 22 Desember 2020.

    Adapun untuk tempat tidur ICU harian di 98 RS rujukan telah terisi sebesar 80 persen. Rinciannya, sebanyak 772 dari total kapasitas tempat tidur ICU harian sebanyak 907 tempat tidur telah terpakai.

    Baca juga: Wagub Pastikan DKI Tambah Kamar Isolasi dan ICU Pasien Covid-19

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria mengatakan pemerintah terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan fasilitas penampung pasien Covid-19 di Ibu Kota. Menurut Riza, Pemprov DKI menyiapkan wisma di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan; Koja, Jakarta Utara; serta kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). “Bahkan bila dimungkinkan juga kami sudah siapkan GOR di Jakarta sebagaimana arahan gubernur,” ujar Riza di Markas Kodam Jaya, Rabu, 13 Desember 2020.

    Tiga wisma yang Riza maksud adalah Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC), Graha Wisata TMII, dan Graha Wisata Ragunan. Namun, hingga kini JIC belum dapat digunakan untuk isolasi. “Tapi tempat lainnya ada. Kami sudah siapkan. Jadi di Jakarta tidak kekurangan lah, ya,” ucap Riza.

    Sebelumnya, Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut ada kenaikan pasien Covid-19 yang memenuhi ruang isolasi Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. Pemerintah tengah mencari alternatif tempat isolasi baru.

    Dia menyampaikan tingkat keterisian tempat tidur isolasi di Tower 4, Tower 6, dan Tower 7 Wisma Atlet mencapai 76,94 persen. Tiga menara ini dipakai untuk mengisolasi pasien Covid-19 yang bergejala ringan hingga sedang.

    Sementara itu, ruang isolasi khusus pasien tanpa gejala di Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran dan Tower 8 Wisma Atlet Pademangan telah terpakai 61,80 persen. Data itu merupakan hasil rekap per tanggal 20 Desember 2020.

    Adapun Wisma Atlet Kemayoran tak lagi menerima pasien tanpa gejala sejak Sabtu, 19 Desember 2020. Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran Letkol Laut Muhammad Arifin mengatakan, empat tower di Wisma Atlet Kemayoran fokus merawat pasien Covid-19 bergejala. Sebabnya, pasien bergejala yang di sana telah melampaui batas, yakni di atas 75 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...