Angka Covid-19 Melonjak, Epidemiolog Ingatkan Agar Lockdown Jakarta

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Syahrizal Syarif menyarankan pemerintah segera memberlakukan karantina wilayah atau lockdown Jakarta untuk menahan lonjakan kasus Covid-19. Pemerintah DKI tidak bakal bisa mengendalikan penularan virus corona selama masih mempertahankan kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Transisi.

    "Saat ini yang terbaik adalah lockdown," kata Syahrizal melalui pesan teks, Ahad, 27 Desember 2020. Dalam beberapa hari terakhir, Pemerintah DKI melaporkan penambahan kasus Covid-19 mencapai 2 ribu kasus per hari.

    Syahrizal menuturkan kebijakan transisi yang diterapkan terbukti belum efektif menahan penularan Covid-19. Ia memperkirakan penularan wabah ini bakal terus meningkat karena penelusuran kontak erat juga belum maksimal.

    "Warga berisiko tinggi terinfeksi dan menjadi penular yang tidak tertangkap." Menurut Syahrizal, seandainya kemampuan pemeriksaan yang diterapkan pemerintah berjalan baik, saat ini angka kasus di Indonesia sedikitnya telah mencapai 1,5 juta kasus.

    "Dengan penambahan kasus Covid-19 saat ini, awal Februari 2021 akan ada (tambahan) satu juta kasus," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.