Dokter RSUD Rujukan: Kondisi Pasien Covid-19 yang ke Rumah Sakit Bertambah Buruk

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ruang isolasi Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Ilustrasi ruang isolasi Covid-19. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang dokter relawan rumah sakit di kawasan Jakarta Timur mengatakan kondisi pasien Covid-19 yang datang ke rumah sakit kini bertambah buruk. "Yang datang sudah hampir semuanya bergejala berat seperti sesak nafas hingga tidak sadarkan diri," kata dokter AR, 26 tahun, itu saat dihubungi, Senin, 11 Januari 2021.

    Pasien dengan gejala berat seperti itu, kata dia, membutuhkan ruang perawatan intensif atau ICU. Namun keterbatasan ruang ICU membuat rumah sakit menjadi membuat daftar tunggu pasien yang mau masuk. "Sudah sejak pertengahan November rumah sakit menerapkan waiting list pasien Covid-19," ujarnya.

    Lonjakan jumlah pasien yang drastis membuat rumah sakit kewalahan. Penambahan tempat tidur isolasi hingga ICU tidak cukup menampung pasien yang terus berdatangan setiap hari.

    Rumah sakit umum daerah yang telah menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 itu telah menambah tempat tidur sebanyak 200 menjadi 500 tempat tidur. Sedangkan tempat tidur ICU sekitar 30 unit. "Bahkan sekarang ada pasien yang dirawat di luar ruangan."

    Lonjakan jumlah pasien itu membuat beban kerja tenaga kesehatan bertambah. Setiap dokter, kata dia, mempunyai tanggung jawab untuk memeriksa 60 pasien per hari. "Jam kerja kami sekarang juga bertambah dari normalnya enam jam."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.