5 Fakta Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak

Warga melihat kondisi jalan pasca banjir bandang yang melanda Kampung Gunung Mas Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 19 Januari 2021. Bahkan, material air banjir bandang masuk hingga ke halaman rumah warga yang berada di dalam kawasan objek wisata alam sekaligus bekas area pabrik pengolahan teh. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

4. BPBD segera normalisasi sungai

BPBD Kabupaten Bogor akan segera melakukan normalisasi sungai untuk mencegah luapan air setelah banjir bandang di Gunung Mas Puncak, Cisarua. "Kami sudah koordinasi dengan dinas teknis terkait, mulai dari PUPR, kemudian Balai Besar wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, PTPN, kemudian dengan dinas terkait lainnya untuk normalisasi aliran sungai," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Raya Al Fajar kepada ANTARA, Rabu 20 Januari 2021.

Normalisasi sungai diperkirakan berlangsung 10-12 hari. Setelah normalisasi, warga kedua desa yang menjadi korban banjir bandang diharapkan bisa kembali ke rumah mereka. Raya mengatakan BPBD akan melakukan mitigasi struktural untuk mengendalikan aliran air sungai yang mencari jalannya sendiri karena tersumbat. "Kemudian kita kendalikan kembali untuk wilayah di sekitar Gunung Mas inj dengan normalisasi dan pembuatan tanggul," katanya.

Pada antisipasi bencana di masa cuaca ekstrem ini, BPBD Kabupaten Bogor melakukan upaya mitigasi secara nonstruktural berupa imbauan. "Kita sudah sampaikan semua sampai ke aparatur yang di bawah, mulai dari kecamatan, desa, RT dan RW untuk siaga," ujarnya. Untuk permukiman penduduk di Gunung Mas Puncak maupun daerah rawan bencana yang lain, BPBD akan mencari solusi guna meminimalkan dampak kerusakan dari potensi bencana alam di masa mendatang.

 

5. Tanggul jebol

Banjir bandang Cisarua yang memicu longsor di Puncak diduga terjadi akibat jebolnya tanggul alam yang membendung aliran sungai Cisampay. Kepala Bidang pencegahan dan kesiap-siagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Dede Armansyah mengatakan tanggul alami itu terbentuk dari bekas longsoran di Gunung Letik. "Hujan turun dengan intensitas tinggi membuat genangan air tersebut turut meluap dan jadilah banjir  bandang," kata Dede kepada Tempo, Rabu 20 Januari 2021.

Kepala Desa Tugu Selatan M. Eko Windiana mengatakan penyebab utama banjir bandang di Rawa Dulang sebab tanggul alami yang terbuat dari material longsor terdahulu jebol setelah kawasan itu  diguyur hujan lebat sejak Senin siang hingga Selasa pagi. Eko menyebut ada kemungkinan banjir dan longsor itu juga dipengaruhi pembalakan hutan. "Kami belum bisa menduga, menunggu hasil kajian BIG. Di hutan sebelah Desa kami, kemungkinan ada illegal logging," kata Eko.

BACA: Banjir Kalsel, KLHK: Hujan 2,08 Miliar Hanya Tertampung 23 Juta

 

ADAM PRIREZA | M. A MURTADHO | ANTARA

 



BanjirCisaruaBanjir Bandang CisaruaPTPNRelokasi



Rekomendasi Berita

BPBD DKI Catat 19 RT dan 6 Ruas Jalan Tergenang Banjir Hingga Senin Malam

7 jam lalu

BPBD DKI Catat 19 RT dan 6 Ruas Jalan Tergenang Banjir Hingga Senin Malam

Banjir dan genangan terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur hingga Jakarta Barat usai hujan deras mengguyur pada Senin petang.


Bupati: Tiga Lokasi Disiapkan untuk Relokasi Korban Gempa Cianjur

14 jam lalu

Bupati: Tiga Lokasi Disiapkan untuk Relokasi Korban Gempa Cianjur

Terdapat tiga lokasi lahan yang disiapkan di tiga tempat yang berbeda bagi korban gempa Cianjur.


Ikhtiar Berkelanjutan Halau Banjir di Jakarta

14 jam lalu

Ikhtiar Berkelanjutan Halau Banjir di Jakarta

Penanganan banjir di Jakarta berlangsung dari hulu hingga hilir, kolaborasi Pemprov DKI dengan pemerintah pusat.


Siang Tadi Banjir Rob Rendam 1 Jalan dan 5 RT di Jakarta Utara

2 hari lalu

Siang Tadi Banjir Rob Rendam 1 Jalan dan 5 RT di Jakarta Utara

BPBD DKI menyatakan pasang air laut menyebabkan banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta.


RAPBD DKI 2023 Rp 83,7 Triliun, Anggaran Program Prioritas Heru Budi tidak Dipangkas

3 hari lalu

RAPBD DKI 2023 Rp 83,7 Triliun, Anggaran Program Prioritas Heru Budi tidak Dipangkas

Kepala BPKD Jakarta menyatakan pemerintah daerah harus menganggarkan biaya untuk program prioritas Pj Gubernur Heru Budi Hartono dalam RAPBD DKI 2023


Jeddah dan Mekkah Diterjang Hujan Lebat, 2 Orang Tewas

3 hari lalu

Jeddah dan Mekkah Diterjang Hujan Lebat, 2 Orang Tewas

Hujan badai musim dingin dan banjir terjadi hampir setiap tahun di Jeddah, di mana penduduk telah lama mengeluhkan buruknya infrastruktur.


Antisipasi Cuaca Ekstrem, PLN UID Jakarta Raya Bertemu Heru Budi Hartono

4 hari lalu

Antisipasi Cuaca Ekstrem, PLN UID Jakarta Raya Bertemu Heru Budi Hartono

Heru Budi Hartono meminta PLN UID Jakarta Raya untuk memprioritaskan keselamatan jiwa manusia saat terjadi cuaca ekstrem.


Antisipasi Banjir, Jakarta Timur Terima 6 Pompa Mobile Kapasitas 300 Liter Per Detik

5 hari lalu

Antisipasi Banjir, Jakarta Timur Terima 6 Pompa Mobile Kapasitas 300 Liter Per Detik

Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur kini memiliki 18 pompa mobile untuk mitigasi daerah rawan banjir saat hujan ekstrem.


Banjir Pembiayaan Hijau

6 hari lalu

Banjir Pembiayaan Hijau

Dalam edisi khusus Outlook Ekonomi 2023, Tempo menyoroti membanjirnya pembiayaan hijau atau green financing di Indonesia


Menteri PUPR Blak-blakan Jelaskan Upaya Cegah Banjir dan Longsor di IKN

8 hari lalu

Menteri PUPR Blak-blakan Jelaskan Upaya Cegah Banjir dan Longsor di IKN

Menteri Basuki Hadimuljono blak-blakan soal pembangunan infrastruktur untuk mencegah potensi bencana longsor dan banjir di IKN Nusantara.