Jadwal Baru KRL Jabodetabek, Jam Operasi Tetap Dibatasi Selama PPKM

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi KRL. TEMPO/Ninis Charunnisa

    Ilustrasi KRL. TEMPO/Ninis Charunnisa

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter Wiwik Widayanti mengatakan, tak semua jadwal baru kereta rel listrik atau KRL Jabodetabek berlaku pada 10 Februari 2021. KAI masih menyesuaikan waktu operasional kereta Jabodetabek dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

    "Jam operasional tetap 04.00-22.00 dengan 984 perjalanan KRL per hari," kata dia dalam konferensi pers virtual, Jumat, 5 Februari 2021. Hanya saja, jumlah perjalanan kereta yang akan ditambah.

    Baca: Ikuti Seruan Gubernur DKI, Operasional KRL Jabodetabek Sampai Pukul 22.00 WIB

    Dalam grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2019, KAI Commuter mengoperasikan 964 KRL Jabodetabek. Jumlah ini bertambah menjadi 984 kereta dalam Gapeka 2021.

    Wiwik berharap tambahan 20 perjalanan kereta Jabodetabek bakal mengurangi kepadatan penumpang. KAI Commuter mencatat penumpang mulai memenuhi kereta pada waktu berangkat kerja (06.00-08.00) dan pulang kerja (16.00-18.00) selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

    Tambahan 20 perjalanan kereta ini diharapkan dapat menambah jumlah kereta di jam-jam sibuk itu, sehingga masyarakat tetap bisa mengatur jam perjalanan. “Tidak memaksakan diri kalau kereta sudah memenuhi kuota 74 penumpang per kereta," kata dia.

    Berikut rincian penambahan jumlah KRL Jabodetabek dengan perbandingan Gapeka 2019 dan Gapeka 2021:
    1. Bogor: 220 menjadi 227 (central line) dan 186 menjadi 190 (loop line)
    2. Bekasi: 179 menjadi 187
    3. Parungpanjang: 207 menjadi 212
    4. Tangerang: 104 menjadi 106
    5. Tanjung Priok: 68 menjadi 62


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.