Anies Baswedan Pahlawan Transportasi, Pengamat: Andil Gubernur Sebelumnya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) berbincang bersama Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesuai Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. Kawasan Berorientasi Transit (TOD) ini didukung oleh sektor transportasi umum terintegrasi di bawah Jak Lingko. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) berbincang bersama Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesuai Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. Kawasan Berorientasi Transit (TOD) ini didukung oleh sektor transportasi umum terintegrasi di bawah Jak Lingko. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Foke melanjutkan pembangunan koridor bus Transjakarta lainnya. Dia juga mulai merintis pengembangan kereta mass rapid transit (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan MRT Jakarta pada 26 April 2012. 

    Pada masa Gubernur Joko Widodo atau Jokowi, pembangunan MRT kembali dilanjutkan. Pada era Jokowi juga dilakukan penataan trotoar dan bus tingkat wisata.

    Estafet kepemimpinan Jakarta lalu diberikan kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Di tangan Ahok, dibangun 13 koridor bus Transjakarta, penggunaan bus lantai rendah (low deck), pembangunan Simpang Susun Semanggi, serta penataan dan pelebaran trotoar.

    Baca juga: 4 Hal Ini Buat Anies Baswedan Terpilih Jadi Pahlawan Transportasi 2021

    Kini Gubernur Anies Baswedan menggarap integrasi antar moda dan program jalur sepeda. Anies telah menyampaikan kepada pemerintah pusat bahwa diperlukan anggaran Rp 605 triliun untuk menambah armada dan jangkauan bus transjakarta, MRT, dan light rail transit (LRT).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.