Kasus Dino Patti Djalal, Kapolda Metro Bentuk Tim Khusus Mafia Tanah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal tengah dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto setelah dinyatakan positif Covid-19. Saat ini, sejumlah pejabat tengah berjuang melawan virus tersebut. Instagram

    Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal tengah dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto setelah dinyatakan positif Covid-19. Saat ini, sejumlah pejabat tengah berjuang melawan virus tersebut. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus mafia tanah yang dialami keluarga mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mendapat perhatian khusus Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran. Kapolda menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk menangani kasus mafia tanah ini. 

    "Kasus ini memang jadi bahan perhatian Pak Kapolda untuk segera membentuk tim dan tim ini sudah bergerak," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa, 16 Februari 2021.

    Tim khusus kasus sengketa tanah yang dialami Dino Patti Djalal ini melibatkan penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya, Tim Satgas Mafia Tanah Pusat, dan BPN Pusat. Hasilnya, pagi tadi kepolisian telah menangkap lima orang tersangka kasus mafia tanah itu. 

    "Intinya bahwa penyidik betul-betul melakukan penyidikan untuk membuat terang perkara ini," kata Yusri. 

    Mengenai lima tersangka yang baru ditangkap polisi pagi tadi, Yusri menjelaskan kelimanya diduga terlibat dalam kasus penipuan rumah ibu Dino Patti Djalal di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Laporan  kasus tersebut masuk ke polisi pada April 2020. 

    "Mereka sekarang masih pemeriksaan oleh penyidik. saya akan jelaskan beberapa hari ini untuk rilis kasus pertama ini," kata Yusri. 

    Polda Metro Jaya telah menangani tiga laporan dugaan penipuan tanah yang dialami ibu Dino, Zurni Hasyim Djalal. Untuk kasus pertama dengan penipuan penjualan rumah di Pondok Indah telah ditangkap lima orang tersangka. 

    Untuk kasus kedua, yaitu penipuan penjualan rumah di Kemang, Jakarta Selatan, telah ditetapkan satu orang tersangka. Pada kasus kedua ini, Yusri mengatakan pihak Dino melaporkan pada November 2020 dan tersangka telah dijerat dengan Pasal 263 tentang pemalsuan identitas. 

    "Yang kasus ketiga ini mudah-mudahan kami segera gelar perkara, karena kami sudah klarifikasi baik itu pelapornya dan saksi," kata Yusri. 

    Melalui akun Instagram pribadinya, Dino menjelaskan tiga kasus mafia tanah yang menyasar keluarganya ini didalangi oleh seseorang bernama Freddy Kusnadi. Dino pun mengklaim sudah mengantongi bukti keterlibatan Freddy itu. 

    Baca juga: Bersengketa dengan Dino Patti Djalal, Kata Pengacara Soal Sosok Freddy Kusnadi

    Namun cuitan Dino Patti Djalal itu berbuntut pelaporan dirinya ke Polda Metro Jaya oleh Freddy Kusnadi. Kuasa hukum Freddy, Tonin Tachta mengatakan Dino dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik Freddy.  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto