LAPAN: Hujan Lebat Dinihari Bakal Guyur Jabodetabek Sampai Besok Ahad

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mendorong sepeda motornya melintasi banjir di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta, Sabtu 20 Februari 2021. Banjir tersebut disebabkan karena curah hujan tinggi sejak Jumat (19/2) malam. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Warga mendorong sepeda motornya melintasi banjir di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta, Sabtu 20 Februari 2021. Banjir tersebut disebabkan karena curah hujan tinggi sejak Jumat (19/2) malam. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    JAKARTA - Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional disingkat LAPAN memprediksi potensi hujan lebat dinihari masih mengguyur wilayah Jabodetabek hingga besok Ahad, 21 Januari 2021.

    Intensitas hujan lebat itu lebih dari 10 milimeter per jam dengan durasi sekitar 3-4 jam. Hujan lebat dinihari seperti itu juga terjadi pada Sabtu 20 Fabruari 2021 dinihari tadi.

    Mekanisme penyebab hujan dinihari itu disebutkan berkaitan dengan penguatan angin dan peningkatan suplai kelembapan yang berasal dari utara dan barat laut, yaitu Laut Jawa dan Selat Sunda yang menuju pesisir utara Jakarta.

    Uap air yang berasal dari Laut Jawa berkaitan dengan perjalanan dan perkembangan sistem konveksi darat yang terbentuk sejak sore.

    Potensi hujan lebat dinihari itu akan mengguyur wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, atau Jabodetabek hingga Karawang.

    Selain itu peningkatan hujan juga berpotensi di wilayah Jawa bagian barat, Kalimantan bagian selatan, dan sekitar Nusa Tenggara Timur.

    Sebelumnya tim Lapan itu mengeluarkan peringatan dini terkait hujan ekstrem di wilayah Jakarta yang meluas ke daerah sekitarnya pada periode 18-19 Februari 2021.

    Baca juga : Banjir Terjang Jakarta, Anies Baswedan Kunjungi Pintu Air Manggarai

    “Semua pihak diharapkan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir besar yang dapat terjadi pada 19-20 Februari secara luas di Jadetabek,” kata Erma Yulihastin, anggota tim dari Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer LAPAN.

    Sebelumnya, peringatan dini serupa itu dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika alias BMKG.

    Menurut Erma lewat keterangan tertulis, informasi potensi hujan ekstrem itu hasil prediksi sistem peringatan dini bencana yang memonitor kejadian hujan ekstrem (hujan lebat) atau SADEWA (Satellite-based Disaster Early Warning System) LAPAN.  

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.