Kisah di Balik Patung Kosmonot Yuri Gagarin Mendarat di Kebayoran

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patung Yuri Gagarin. Foto/Facebook/aniesbaswedan

    Patung Yuri Gagarin. Foto/Facebook/aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalau Anda tak asing dengan Yuri Alekseyevich Gagarin atau akrabnya disebut Yuri Gagarin saja, Anda adalah pencinta astronomi atau Anda sangat memperhatikan pelajaran Sains. Ya Kosmonaut Rusia ini adalah orang pertama yang berhasil pergi ke luar angkasa, ia ‘terbang’ di ruang hampa itu selama satu setengah jam lebih digendong roket Vostok I pada 12 April 1961 silam.

    Tujuh tahun kemudian setelah peristiwa bersejarah dalam dunia astronomi itu, Yuri Gagarin meninggal pada 27 November 1968, akibat kecelakaan saat uji coba pesawat MiG-15 dekat Moskwa. Namun Yuri Gagarin ‘hidup lagi’ dan berdiri tegap di Taman Mataram yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Bukan Yuri Gagarin yang asli, patung replika hadiah dari pemerintah Federasi Rusia itu dikirim ke Indonesia sebagai tanda untuk mengingat 70 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia, dan juga perayaan 70 tahun hubungan baik Jakarta-Moskow tentunya.

    Yuri Gagarin ‘datang’ ke Jakarta sebagai buah tangan berkat kerja sama Pemerintah Federasi Rusia, Kedutaan Besar Federasi Rusia, Kementerian Luar Negeri RI dan Pemprov DKI Jakarta. Hal itu disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melalui unggahan di media sosial Instagramnya pada Rabu, 10 Maret 2021.

    Dalam rangka memperingati hubungan bilateral Indonesia - Rusia ke-70 tahun, sekaligus persahabatan kota Jakarta - Moskow, Pemerintah Federasi Rusia mempersembahkan patung Yuri Gagarin, kosmonot pertama yang berhasil ke luar angkasa pada tahun 1961 dengan menunggangi wahana penjelajah Vostok I ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto/Facebook/aniesbaswedan

    “Sejak awal berdirinya Republik Indonesia, para bapak bangsa kita telah menjalin hubungan erat dengan Rusia (Uni Soviet pada waktu itu). Persahabatan kita ditandai dengan pertukaran pelajar sejak tahun 1950-an,” tulis Anies Baswedan.

    Anies Baswedan menyebutkan beberapa hubungan baik Indonesia dan Rusia, salah satunya Rumah Sakit yang pertama kali jadi rujukan penanganan pasien Covid-19, yaitu RS Persahabatan Indonesia-Rusia. Rumah sakit ini merupakan hasil kerja sama antara Uni Soviet, sebutan Rusia kala itu, pada tahun 1961-1963.

    “Kami menyambut baik momen perayaan 70 tahun hubungan persahabatan Indonesia-Rusia dan kerja sama Sister City Jakarta-Moskow yang terjalin sejak 2006. Apresiasi kepada semua yang terlibat “menghadirkan” Yuri Gagarin di Jakarta,” tulis Anies Baswedan.

    Anies juga menuliskan, Jakarta akan terus terlibat dalam kancah dunia, menjalin persahabatan dengan bangsa mana pun. “Semoga persahabatan antara Rusia-Indonesia telah dijalin sejak masa Presiden Soekarno menjabat, makin erat dan membuka peluang kerja-kerja bersama baru ke depan antar kedua bangsa,” tulis Gubernur DKI Jakarta itu.

    Anies Baswedan berharap kehadiran patung Yuri Gagarin di Jakarta itu bisa memberikan inspirasi bagi anak-anak, khususnya Jakarta dan umumnya seluruh anak-anak di Indonesia untuk dapat meraih cita-citanya setinggi mungkin.

    HENDRIK KHOIRUL MUHID

    Baca juga: Usai Gowes Bareng Dubes, Anies Baswedan Sarapan Gudeg di Stasiun Gondangdia


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.