Polisi Buru Aktor Utama Pencurian Rumah Mewah di Kedoya

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Borgol. mentalfloss.com

    Ilustrasi Borgol. mentalfloss.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lima orang yang diduga ikut dalam pencurian isi rumah mewah di Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ditangkap tim dari Polres Metro Jakarta Barat.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan penyidik masih melakukan penyelidikan. "Kemarin, kami memang mengamankan lima orang, yang diamankan, tiga adalah kuli bangunan, yang dua ini yang menyuruh melakukan setelah mendapat orderan," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa, 23 Maret 2021.

    Kabar rumah yang dipreteli maling itu pertama kali disebarkan di akun medsos @merekamjakarta. Dalam video yang diunggah, rumah besar milik korban nampak seperti sedang dibangun karena tak ada ubin ataupun pintu.

    Pemilik rumah yang merekam peristiwa itu pun mengungkapkan kemarahannya. "Ini mah bener-bener kurang ajar, udah berani mati ini," kata dia.

    Baca juga: Pencurian dengan Memreteli Rumah Mewah, Polisi: Modusnya Ngontrak

    Yusri Yunus mengatakan pihak kepolisian juga telah menemukan adanya aktor utama dalam kasus tersebut yang saat ini dalam pengejaran petugas.

    "Setelah kami lakukan pendalaman, memang ada aktor utamanya yang sekarang ini, kita sedang lakukan pengejaran aktor yang menyuruh secara keseluruhan" ujar dia.

    Sebelumnya, Kepala Polsek Kebon Jeruk Komisaris R. Manurung menjelaskan tersangka otak pemretel rumah mewah mengaku menggunakan jasa bongkar bangunan untuk mengambil material ubin, kusen, hingga pintu. Kepada polisi, pelaku mengaku membayar penyedia jasa itu tanpa memberi tahu bahwa yang mereka lakukan adalah pencurian. "Dibayar Rp 125 ribu per hari. Ada tiga orang yang diperkejakan oleh pelaku," ujar Manurung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.