Epidemiolog Sebut Pembukaan Sekolah Tatap Muka Relatif Aman, Asal...

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana simulasi pembelajaran tatap muka dan online (hybrid) di SMP 255 Jakarta, Selasa, 30 Maret 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana simulasi pembelajaran tatap muka dan online (hybrid) di SMP 255 Jakarta, Selasa, 30 Maret 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, menilai penutupan sekolah tidak akan efektif jika aktivitas sektor lain diizinkan buka. Secara ilmiah, menurut dia, sekolah tatap muka relatif aman apabila jaring pengaman pencegahan Covid-19 dijalankan dengan konsisten.

    "Jadi kalau ini semua dijalankan dengan konsisten dan komitmen, mulai dari masker dan lain-lain, secara scientific relatif aman, tapi tantangannya di komitmen dan konsistensi," kata dia saat dihubungi, Kamis, 1 April 2021.

    Dicky memaparkan sejumlah jaring pengaman yang dimaksud. Pertama, pihak sekolah menetapkan apa saja jenis mata pelajaran yang mengharuskan murid datang ke sekolah. Artinya, guru harus memilah mata pelajaran yang bisa dijalani secara daring dan tatap muka.

    Baca juga: DKI Akan Mulai Sekolah Tatap Muka 7 April 2021

    Kedua, setiap sekolah membentuk kelompok belajar dengan anggota 10-20 orang. Tujuannya untuk meminimalisasi potensi penularan Covid-19 serta memudahkan pelacakan jika ditemukan anggota kelompok terinfeksi virus.

    Ketiga, mengatur agar tak ada penumpukan saat masuk dan pulang sekolah. Keempat, memastikan seluruh penghuni sekolah, mulai dari guru, staf, hingga murid dalam kondisi sehat. Caranya dengan menggelar skrining kesehatan dan tes Covid-19 berkala.

    "Guru atau staf sekolah yang memiliki risiko tinggi atau komorbid harus diberikan keleluasaan untuk tidak melakukan sekolah offline," ucap dia.

    Kelima, memberi pemahaman kepada guru bahwa situasi saat ini unik dan mendukung psikologis para pendidik. Keenam, mengedukasi murid untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan apa yang harus dilakukan saat masa new normal sekolah.

    Ketujuh, Dinas Kesehatan DKI melalui puskesmas atau klinik harus mendampingi setiap sekolah tatap muka.

    Sebelumnya, pada 31 Maret 2021, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan sekolah tatap muka sudah bisa dimulai. Dia berharpa seluruh sekolah buka pada Juli 2021.

    Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana merencanakan sekolah tatap muka dimulai 7 April 2021. "Nanti dilihat tanggal 7 April (pembukaan sekolah)," ujar Nahdiana seusai rapat di Komisi E DPRD DKI, Rabu, 31 Maret 2021.

    LANI DIANA | IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.