Cegah Terorisme, Polda Metro dan Kodam Jaya Gelar Patroli Bareng

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran saat meluncurkan program vaksinasi massal di Kampung Tangguh Jaya, Cideng, Jakarta Pusat. Istimewa

    Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran saat meluncurkan program vaksinasi massal di Kampung Tangguh Jaya, Cideng, Jakarta Pusat. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Jajaran Polda Metro Jaya akan menggelar patroli gabungan bersama TNI dan jajaran pemerintah daerah untuk pencegahan terorisme selama bulan suci Ramadan.

    “Kami melakukan namanya preventive strike, ya,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus dalam keterangannya pada Sabtu, 10 April 2021.

    Patroli itu, kata Yusri, bertujuan untuk mencegah munculnya kerumunan. Patroli juga dilakukan di tempat-tempat yang dianggap rawan terjadi tindakan terorisme. “Yang paling utama partisipasi masyarakat yang kita butuhkan bersama-sama aparat di sini. Baik Polda Metro maupun Kodam Jaya,” ujar Yusri.

    Baca juga: Terduga Teroris di Pasar Rebo Pernah Kerja di Bank dan Dikenal Ramah

    Saat ini diketahui masih ada dua buron kasus terorisme yang tengah diburu Detasemen Khusus 88 Mabes Polri. Dua orang itu adalah Yusuf Iskandar alias Jerry warga Jalan Ketapang RT 10/RW 01, Kelurahan Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Arief Rahman Hakim, warga Jalan Damai RT 002/05 Kelurahan Petukangan Selatan, Pesanggrahan Jakarta Selatan.

    Keduanya diduga berhubungan dengan terduga kasus terorisme yang dicokok di Condet dan Bekasi beberapa waktu lalu. Penangkapan terduga teroris kemarin juga berlangsung di Pasar Rebo, Jakarta Timur.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.