Berita Terpopuler Metro Sepekan: Munarman hingga Tugu Sepeda

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kawasan Monumen Nasional di Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pelaksanaan balapan Formula E ditunda ke tahun 2022 karena pandemi virus corona belum mereda di Jakarta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Suasana kawasan Monumen Nasional di Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pelaksanaan balapan Formula E ditunda ke tahun 2022 karena pandemi virus corona belum mereda di Jakarta. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita-berita paling populer sepanjang pekan ini adalah tentang eks Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam atau FPI Munarman yang disangkutpautkan dengan dugaan terorisme hingga pembangunan tugu sepeda yang diprotes pihak oposisi. Berikut berita terpopuler itu: 

    1. Munarman menduga usaha mengaitkan-ngaitkan FPI dengan gerakan teroris masih akan terus berlanjut. Sebab, menurut Munarman, ada pihak yang menginginkan FPI memiliki stigma negatif di masyarakat. 

    "Kalau kita gunakan teori rekonstruksi sosial dan teori hegemoni, mereka akan terus menerus secara berkelanjutan menciptakan fakta-fakta buatan sesuai dengan tujuan yang hendak mereka capai, yaitu memfitnah FPI dan saya agar terkait dengan terorisme," ujar Munarman saat dihubungi Tempo, Kamis, 8 April 2021. 

    Baca: Munarman Duga Bambang Setiono yang Ditangkap Densus 88 Disusupkan ke FPI

    Ia berharap pihak-pihak itu berhenti mengaitkan FPI dengan gerakan terorisme. Sebab, FPI sudah tidak ada dan fokus masyarakat terhadap permasalahan yang sedang terjadi teralihkan oleh isu terorisme. 

    "Saya hanya bisa menasehati, hentikanlah cara cara kotor seperti itu. Kita semua ini nanti pasti mati dan pasti akan dipertanggungjawabkan perbuatan perbuatan kotor seperti itu," kata Munarman. 

    Beberapa usaha mengaitkan FPI dengan terorisme, menurut Munarman, seperti penemuan paket misterius di Depok dengan tulisan "FPI Munarman". Tim Gegana Mabes Polri yang diterjunkan untuk meneliti barang itu mengkonfirmasi paket itu adalah kaleng berisi magasin laras panjang dan beberapa butir peluru.

    Selain itu dalam penangkapan terduga teroris berinisal HH di Condet, polisi menemukan berbagai macam atribut FPI. Salah satunya adalah buku  berjudul "FPI Amar Ma'ruf Nahi Munkar". 

    Selembar baju bewarna hijau dan putih dengan tulisan Laskar Pembela Islam turut ditemukan polisi. Polisi juga menyita dua buah kartu tanda anggota FPI dengan nama Husein Hasny dan beberapa keping VCD hingga poster eks Pimpinan FPI Rizieq Shihab. 

    2. BPK menyatakan keuntungan Formula E belum perhitungkan biaya komitmen 

    Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK DKI Jakarta menyoroti studi kelayakan (feasibility study) PT Jakarta Propertindo atau Jakpro soal komposisi keuntungan penyelenggaraan 
    Formula E di Ibu Kota selama 2020-2024. BPK menemukan, penghitungan ini tidak memasukkan biaya komitmen atau commitment fee yang wajib dibayarkan Dinas Pemuda dan Olahraga DKI setiap tahun.

    "Studi tidak memperhitungkan hosting fee atau fee yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta setiap tahun selama masa periode kerja sama," demikian laporan audit BPK DKI yang diterima Tempo.

    Laporan hasil pemeriksaan terhadap laporan keuangan pemerintah DKI pada 2019 ini terbit pada 19 Juni 2020 dan ditandatangani Kepala Perwakilan BPK DKI Pemut Aryo Wibowo. BPK mengacu pada studi kelayakan PT Jakpro yang dilakukan November 2019 oleh jasa konsultan M.I. Hasil studi bahwa BUMD DKI itu harus mengeluarkan biaya Rp 200-310 miliar untuk menggelar Formula E pada 2020.

    3. Pembangunan tugu sepeda menuai kritik

    Anggota Fraksi PDI Perjuangan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengkritik pemerintah provinsi yang membangun tugu sepeda di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. 

    Menurut dia, tugu seharusnya dibangun untuk menghormagi seseorang untuk mengenang sosok yang legendaris atau pengorbanannya. "Apa yang legendaris dari sepeda? Malah justru selalu minta diprioritaskan dan mengambil anggaran dari APBD. Bukan meringankan malah membebani," kata dia lewat pesan teks pada Jumat, 9 April 2021.

    Gilbert menilai Pemprov DKI Jakarta tak paham skala prioritas dalam kebijakan. Ia juga mengkritik sikap pemerintah daerah yang membela tugu itu dari bsrbagau kritikan. "Ini akan menjadi catatan buat kita dan masyarakat. Kalau buat legacy, bikin kebijakan yang pro rakyat seperti dilakukan para gubernur sebelumnya," ujar Gilbert. 

    Berita tentang Munarman hingga tugu sepeda itu bisa dibaca di sini.

    Tim Tempo.co


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H