Petani dan Nelayan Banten Ingin Jadi Produsen Pangan Nasional

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gudang beras titik.

    Ilustrasi gudang beras titik.

    TEMPO.CO, JakartaPerkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) mendorong Provinsi Banten membangun kemandirian pangan untuk memenuhi kebutuhan daerah serta menjadi produsen pangan nasional. Ketua Umum Intani Guntur Subagja mengungkapkan potensi wilayah Banten sangat besar di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Potensi-pontensi itu belum dikembangkan optimal.

    "Saatnya Banten menjadi produsen pertanian, peternakan, dan perikanan yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan menjadi pemasok komoditas ke Ibu Kota Jakarta dan daerah lainnya," ujar Guntur melalui keterangan tertulis di Jakarta, Ahad, 11 April 2021.

    Baca: Ancam Penimbun Pangan Menjelang Ramadan, Kapolres Jaksel: 5 Tahun Penjara

    Saat ini, kata dia, DKI Jakarta mengimpor beras dari Sulawesi. Seharusnya Banten yang mampu memenuhi kebutuhan itu karena lokasinya menempel dengan Jakarta.

    Oleh karena itu, menurut Guntur, untuk mendorong Banten menjadi produsen pangan nasional, Intani siap bekerjasama dengan pemerintah daerah, organisasi, dan korporasi dalam pemberdayaan masyarakat, mengembangkan teknologi pertanian, melahirkan inovasi-inovasi produk, membangun petani muda, dan mengembangan bisnis sosial pertanian (social enterprise).

    “Intani harus membangun piloting program di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang dapat dijadikan model dan diduplikasi di berbagai daerah,” kata Guntur saat Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Banten dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di Banten, di Lebak, Banten.

    Ketua DPW Intani Banten Sulaiman Effendi mengajak masyarakat untuk produktif mengembangkan sektor pangan dan pertanian, peternakan, dan perikanan. Kepengurusan baru DPW dan DPD Intani di wilayah Banten, diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan Banten, yang sebagian daerahnya masih dikategorikan miskin, tertinggal dan masyarakatnya berpendapatan rendah.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H