Waspada Macet, Ini Jadwal Perbaikan Jalan Rusak di Tol Jakarta-Cikampek

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jalan tol. dok.TEMPO

    Ilustrasi jalan tol. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Bekasi - Pengguna ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek diimbau mewaspadai kemacetan. Sebabnya, pengelola jalan tersebut sedang melakukan perbaikan jalan rusak di dua titik selama lima hari.

    General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) Widiyatmiko Nursejati mengatakan, perbaikan yang dilakukan oleh PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) diantaranya di On Ramp dan Off Ramp rest area kilometer 57 arah Cikampek dengan panjang 80 meter.

    Satu titik lagi di kilometer 35+620 sampai dengan kilometer 35+640 pada lajur dua arah Cikampek dengan total panjang penanganan 20 meter.

    "Tidak ada penutupan operasional di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek baik arah Cikampek maupun arah Jakarta dapat dilalui secara normal," kata Widiyatmiko di Bekasi, Selasa, 20 April 2021.

    Ia menyebut, pekerjaan rekonstruksi On Ramp dan Off Ramp Rest Area KM 57 dilakukan mulai Selasa malam pukul 19.00 sampai dengan Ahad pukul 06.00 WIB. Sedangkan, pelaksanaan di kilometer 35 mulai dilakukan Rabu besok pukul 08.00 hingga Jumat pagi pukul 05.00.

    "Pihak Jasa Marga telah menyiapkan mitigasi risiko," kata dia.

    Diantaranya pengalihan arus lalu lintas yang terdampak sebelum area kerja, mempersempit area kerja, persiapan contra flow di Jalan Tol Jakarta-Cikampek apabila kondisi sudah padat serta berkoordinasi kepolisian dalam mengantisipasi rekayasa lalu lintas.

    "Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat adanya pekerjaan dimaksud," kata dia.

    Baca juga: Relokasi VMS, Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 21 Arah Cikampek Akan Dibuka-Tutup


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.