Kerumunan di Bundaran HI, Polisi Bakal Periksa Pengurus The Jakmania dan Persija

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pawai Jakmania usai Persija juara piala Menpora 2021. Instagram.com

    Pawai Jakmania usai Persija juara piala Menpora 2021. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya berencana memeriksa pengurus The Jakmania dan Persija Jakarta. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan pemeriksaan itu terkait kerumunan para suporter Persija, The Jakmania, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

    "Beberapa orang nanti diambil keterangannya termasuk pengurus Jakmania kemungkinan ke depan kami panggil, termasuk dari Persija sambil menunggu hasil pendalaman oleh tim penyidik," kata Yusri di  kantor Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin, 26 April 2021.

    Polisi mendapati kerumunan massa The Jakmania di kawasan Bundaran HI pada Senin dinihari tadi. Mereka merayakan kemenangan Persija dalam ajang Piala Menpora 2021. Polisi membubarkan kerumunan tersebut hingga pukul 03.00.

    Polisi juga membawa 65 orang ke kantor Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Hal yang ingin digali apakah ada pihak tertentu yang memprovokasi Jakmania untuk berbondong-bondong memadati Bundaran HI.

    Kepada polisi, mereka mengaku spontan merayakan kemenangan Persija di Bundaran HI. Sebab, Bundaran HI dianggap sebagai ikon Persija.

    Walau begitu, polisi tetap menyelidiki kasus kerumunan The Jakmania. Polisi tengah mengecek ajakan berkumpul yang dilayangkan melalui media sosial. "Kami masih mem-profiling apakah kemungkinan ada ajakan melalui media sosial," ujar dia.

    Baca juga: 65 The Jakmania Diperiksa Polisi karena Berkerumun di Bundaran HI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.