Berita Terpopuler Metro: WN Cina Datang Lagi hingga Perkiraan Epidemiolog

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 45 orang ditangkap dan berbagai jenis senjata tajam disita oleh penydiik Kepolsian Resor Metro Jakarta Barat usai menggerebek Kampung Ambon di Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu, 8 Mei 2021. Dok. Polres Metro Jakarta Barat

    45 orang ditangkap dan berbagai jenis senjata tajam disita oleh penydiik Kepolsian Resor Metro Jakarta Barat usai menggerebek Kampung Ambon di Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu, 8 Mei 2021. Dok. Polres Metro Jakarta Barat

    TEMPO.CO, JakartaBerita terpopuler kanal metro Ahad siang, 9 Mei 2021, adalah tentang datangnya kembali rombongan Warga Negara Cina (WN) yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu, 8 Mei 2021, bentrokan di Pasar Minggu karena ulah anggota Ormas yang mabuk, dan ditemukannnya narkotika hingga senjata rakitan dalam penggerebekan Kampung Ambon.  

    Berikut kilasan berita terpopuler siang ini:

    1.Rombongan Warga Negara Cina kembali tiba di Bandara Soekarno-Hatta di tengah penerapan larangan mudik. WN Cina itu menumpang pesawat China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ-387 Guangzhou-Cina dan mendarat di Terminal 3 Soekarno-Hatta, Sabtu pagi 8 Mei 2021.

    Pesawat itu mengangkut 160 penumpang dengan rincian, 157 WNA, 99 di antaranya WN Cina dan 3 WNI. Sebanyak 99 WN Cina dikarantina di 13 hotel yang telah ditunjuk Satgas Gugus Udara Covid-19. Adapun 3 WNI dikarantina di Wisma Atlet Pademangan. 

    Ini penerbangan ketiga yang membawa rombongan WN Cina dalam sepekan ini melalui Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya, sebanyak 85 WN Cina dan 3 WNI tiba Selasa, 4 Mei 2021 pukul 14.55 WIB. Mereka menumpang pesawat China Southern Airlines (charter flight) dengan nomor penerbangan CZ8353 dari Shenzhen.

    Dua hari kemudian, Kamis 6 Mei, sebanyak 46 (bukan 171 WN Cina seperti diberitakan sebelumnya) mendarat pukul 11.50  menggunakan pesawat Xiamen Air MF855 dari Fozhou.

    2. Petugas Kepolisan Resor Metro Jakarta Barat menggerebek Perumahan Permata, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat atau lebih dikenal sebagai Kampung Ambon. Penggerebekan yang dilakukan pada Sabtu siang itu dilakukan oleh 555 anggota kepolisian.

    Ini operasi gabungan antara Polda dan Polres. “Direktorat Narkoba, Direktorat Kriminal Umum, Direktorat Sabhara, dan Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat turut dalam operasi," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Ady Wibowo saat dikonfirmasi, Sabtu, 8 Mei 2021.

    Ady menjelaskan, penggerebekan dilakukan setelah ada laporan dari masyarakat mengenai peredaran narkotika di sana. Polisi juga menerima laporan tentang masalah sosial yang berujung pada tindak pidana di lokasi itu.

    Dari hasil penggerebekan itu polisi menyita banyak barang bukti tindak pidana, antara lain senjata tajam, senjata api rakitan, drum, minuman keras, senapan angin, alat timbang, ganja, dan sabu. Sebanyak 45 orang yang ditangkap dari penggerebekan itu.

    3. Epidemiolog dari Universitas Indonesia Syahrizal Syarif meyakini bahwa kasus Covid-19 bakal segera naik imbas tingginya mobilitas menjelang hingga menyambut libur Lebaran. "Kasus Covid-19 pasti akan naik meski mudik 
    dilarang, tapi tidak akan sama seperti lonjakan kasus di India," kata Syahrizal melalui pesan teks, Sabtu, 8 Mei 2021.

    Ia menjelaskan lonjakan Covid-19 di Indonesia tidak akan seperti di India, karena secara geografis negara ini berbeda. Letak geografis Indonesia adalah kepulauan, yang jauh berbeda dengan India yang didominasi daratan. Penyebaran antarpulau relatif lebih rendah dibandingkan dengan yang satu daratan seperti di India.

    Belum lagi, kepadatan penduduk India per kilometer lebih tinggi dari Indonesia yang sangat bervariasi. Penduduk India 1.3 miliar dalam wilayah mainland. Bandingkan dengan Indonesia yang mencapai 270 juta orang dan tersebar di lima pulau besar dan ribuan pulau kecil.

    Berita terpopuler kanal Metro itu bisa di sini

    Baca: Berita Terpopuler: Penjelasan Anies ke Cilacap Hingga Jemaah Masjid Bekasi

    JONIANSYAH | M JULNIS FIRMANSYAH | 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WHO: Varian Delta Covid-19 Diduga lebih Menular dan Perlu Diwaspadai

    Varian Delta dianggap lebih menular dibandingkan varian sebelumnya. WHO sekaligus menilai bahwa varian delta covid-19 itu perlu diwaspadai.