Viral Kasus Bobobox Tanah Abang, Polisi Panggil Korban Dugaan Pelecehan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penginapan kamar kapsul Bobobox di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 21 November 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    Penginapan kamar kapsul Bobobox di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 21 November 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polres Jakarta Pusat melakukan penyelidikan dugaan pelecehan seksual di hotel kapsul Bobobox Tanah Abang yang viral. Dugaan pelecehan itu mencuat dan viral setelah korban DE membuat utas di media sosial Twitter karena direkam saat sedang mandi. 

    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Teuku Arsya Khadafi mengatakan sudah memanggil DE untuk dimintai keterangan. 

    "Yang bersangkutan sudah dihubungi. Infonya akan hadir ke Polres untuk diperiksa," ujar Arsya saat dihubungi, Sabtu, 15 Mei 2021. 

    Polres Jakarta Pusat melakukan penyelidkan karena kasus dugaan pelecehan seksual di hotel kapsul Bobobox itu viral di media sosial. Sebab sampai saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan dari DE. 

    "Makanya akan kami dalami dahulu bagaimana kejadiannya beserta alat buktinya," kata Arsya.

    Kronologi dugaan pelecehan seksual itu berawal saat DE menginap di Bobobox, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa, 12 Mei 2021. Saat sedang berada di dalam bilik kamar mandi umum hotel kapsul itu, DE memergoki seseorang tengah merekam dirinya yang sedang mandi. 

    Ia kemudian menceritakan detail kejadian itu lewat akun Twitter pribadinya @bukaniqbaalee. Utas itu viral dan mendapat banyak simpati dari warganet. 

    Menurut DE, pelaku yang diketahui merupakan sesama tamu hotel kapsul itu telah melalukan tindak pidana dengan merekam dirinya tanpa izin saat mandi. Ia pun sudah melayangkan protes kepada manajemen hotel dan meminta kasusnya dituntaskan 

    "Tuntutan gue di kasus ini adalah, adili pelaku dengan jerat pidana perekaman tanpa izin serta pelecehan. Adili pelaku dengan pasal perilaku kriminal yang merugikan entitas badan usaha," kata DE. 

    CEO Bobobox Indra Gunawan menyatakan sudah melakukan investigasi internal dan mengantongi identitas pelaku. Tak hanya itu, kata Indra, Bobobox juga telah memasukkan pelaku ke daftar hitam sehingga tak bisa lagi menginap di hotel kapsul Bobobox di seluruh Indonesia.

    Baca juga: Viral Pelecehan Seksual CCTV, Starbucks Indonesia Minta Maaf


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi