Libur Lebaran, Transjakarta Siapkan Bus Gratis di Sejumlah Stasiun KRL

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantre untuk menaiki bus Transjakarta saat rekayasa perjalanan KRL di Halte Jak Lingko, Tanah Abang, Jakarta, Senin, 3 Mei 2021. Bus gratis itu disiapkan saat KRL tak berhenti di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00-19.00 WIB. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Warga mengantre untuk menaiki bus Transjakarta saat rekayasa perjalanan KRL di Halte Jak Lingko, Tanah Abang, Jakarta, Senin, 3 Mei 2021. Bus gratis itu disiapkan saat KRL tak berhenti di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00-19.00 WIB. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyiapkan bus gratis untuk mengangkut penumpang di sejumlah stasiun pada libur Lebaran mulai hari ini hingga Ahad, 16 Mei 2021.

    Kepala BPTJ, Polana B. Pramesti mengatakan kebijakan ini dilaksanakan karena terjadinya penumpang penumpang pada jam-jam tertentu di KRL Jabodetabek selama libur lebaran.

    "Kebijakan ini bagian dari langkah menjaga pemenuhan ketentuan protokol kesehatan di angkutan umum KRL Jabodetabek pada masa libur Lebaran 1442 H," kata Polana melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 15 Mei 2021.

    Meski telah dianjurkan untuk tetap di rumah dan pembatasan perjalanan orang karena pandemi Covid-19, kata dia, masih banyak warga di wilayah aglomerasi Jabodetabek yang memutuskan berpergian menggunakan angkutan umum massal. Hal tersebut berdampak pada penumpang KRL yang didominasi oleh rombongan keluarga dan orang-orang yang dalam kesehariannya tidak menggunakan KRL.

    Menurut dia, para penumpang tersebut masih belum terbiasa terhadap protokol kesehatan di angkutan umum massal terutama pemenuhan ketentuan jaga jarak. "Sangat berbeda dengan para komuter yang setiap hari menggunakan angkutan umum massal sehingga kultur bertransportasi seperti disiplin prokes telah terbentuk," ujar Polana.

    Nah, untuk memecah kepadatan di KRL, BPTJ menyiapkan bus gratis sebagai moda alternatif warga saat libur Lebaran. Namun, angkutan alternatif ini disediakan tidak untuk memberikan kelonggaran terhadap masyarakat untuk leluasa berpergian.

    "Di tengah masa Pandemi Covid-19 BPTJ terus mengajak masyarakat agar bijak bermobilitas terutama selama libur Lebaran, tidak lengah dalam menegakkan protokol kesehatan, menahan diri untuk berpergian, dan memilih untuk melakukan silaturahmi secara virtual selama masa libur Lebaran 1442 H," ujar Polana.

    Ia menegaskan bahwa angkutan alternatif yang dipersiapkan untuk mendukung pemenuhan ketentuan jaga jarak hanya akan dioperasionalkan manakala terjadi lonjakan penumpang KRL yang berpotensi terganggunya penegakan protokol kesehatan.

    Sebaliknya apabila tidak terdapat lonjakan, maka bus yang telah dipersiapkan juga tidak akan dioperasionalkan. "Meski jadwal bus telah ditentukan, namun demikian dalam implementasinya fleksibel menyesaikan kebutuhan di lapangan,” ucapnya. 

    Adapun jadwal bus gratis selengkapnya yang telah dipersiapkan sebagai
    berikut:

    a. Untuk pagi hari pada hari Sabtu, 15 Mei 2021 dan Minggu, 16 Mei 2021, sekitar jam 08.30 WIB disediakan delapan unit, masing-masing empat bus dari Stasiun Bekasi dan Stasiun Cikarang menuju Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Gondangdia dan Stasiun Juanda;

    b. Untuk sore hari, pada hari Sabtu, 15 Mei 2021 dan Minggu, 16 Mei 2021, sekitar jam
    15.30 WIB disediakan delapan unit, masing-masing satu bus dari Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Gondangdia dan Stasiun Juanda dengan tujuan ke Stasiun Bekasi, dan Stasiun Cikarang.

    c. Untuk sore hari, pada hari Sabtu, 15 Mei 2021 dan Minggu, 16 Mei 2021, sekitar pukul 
    15.30 WIB disediakan delapan unit masing-masing satu bus dari Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Gondangdia dan Stasiun Juanda dengan tujuan Stasiun Depok Lama dan Stasiun Bogor.

    Baca juga: Transjakarta Siapkan Bus Gratis untuk Pengunjung Ragunan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WHO: Varian Delta Covid-19 Diduga lebih Menular dan Perlu Diwaspadai

    Varian Delta dianggap lebih menular dibandingkan varian sebelumnya. WHO sekaligus menilai bahwa varian delta covid-19 itu perlu diwaspadai.