Puncak Arus Balik Lebaran 2021 Tak Terjadi, Polisi: Masyarakat Pulang Bertahap

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jalan tol. dok.TEMPO

    Ilustrasi jalan tol. dok.TEMPO

    Jakarta - Arus balik Lebaran 2021 yang sebelumnya diprediksi terjadi pada Sabtu dan Ahad ternyata tidak terjadi. Kepolisian mencatat hingga Ahad malam, 23 Mei 2021, tidak ada antrean kendaraan arus balik pemudik yang kembali ke Jakarta. 

    Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono menjelaskan puncak arus balik pemudik tak terjadi karena pemudik kembali dari asal daerahnya menuju Jakarta secara bertahap, sehingga tidak ada kepadatan di satu hari tertentu. “Dilihat fluktuasi dari pada arus balik baik dari dari Jawa maupun dari Sumatera, sudah empat hari yang lalu normal," ujar Istiono saat dikonfirmasi, Senin, 24 Mei 2021.  

    Sejak empat hari terakhir arus kendaraan yang masuk ke Jakarta kurang dari 100 ribu. Jumlah ini terbilang normal dan tak mengakibatkan antrean di pintu masuk Jakarta. 

    Istiono mengatakan memang sempat ada kenaikan volume pemudik yang pulang ke Jakarta pada beberapa hari terakhir. Namun kenaikan itu tidak terlalu signifikan. 

    Volume arus kendaraan yang dari Jawa menuju Jakarta mengalami kenaikan sebesar 11 persen pada Ahad kemarin. Sampai malam hari kemarin naik enam persen.

    Arus kendaraan dari Sumatera menuju Jakarta naik 22 persen kemarin. Namun hari ini turun 20 persen. "Saat ini kondisi arus lalu lintas sudah kembali normal seperti sebelum libur Lebaran 2021," ujar Istiono. 

    Polda Metro Jaya memprediksi puncak arus balik Lebaran pemudik ke Jakarta akan terjadi pada 21-22 Mei 2021. Polda mencatat ada 1,5 juta warga Jakarta yang pergi meninggalkan Ibu Kota sebelum larangan mudik diberlakukan. 

    Baca: Arus Balik Lebaran, Kendaraan dari Sumatera ke Jakarta Turun 20 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.