Berita Terpopuler: Kos-kosan Prostitusi Online dan Cerita dari Wisma Atlet

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Kasus positif Covid-19 bertambah 9.944, per hari ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Foto udara Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Kasus positif Covid-19 bertambah 9.944, per hari ini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, JakartaBerita terpopuler kanal Metro pagi ini, Sabtu, 19 Juni 2021 adalah digerebeknya kos-kosan yang diduga menjadi sarang prostitusi online dan cerita pasien Covid-19 dari Wisma Atlet. Berikut kilasannya:

    1.Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Pulogadung menyegel satu tempat indekos di Jalan Pemuda, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu malam, 16 Juni 2021. Kepala Satpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan penyegelan dilakukan karena kos-kosan itu diduga menjadi tempat prostitusi online dan melanggar protokol kesehatan.

    Satpol PP mendapatkan informasi itu dari masyarakat. "Prostitusi online melalui aplikasi WeChat," kata Budhy saat dikonfirmasi Tempo, Jumat, 18 Juni 2021.

    Saat didatangi, hampir setiap penghuni kamar memiliki kondom. Ditemukan pula kondom bekas

    ADVERTISEMENT

    Setidaknya ada sepuluh penghuni kos-kosan yang diduga terlibat pelacuran ini. Mereka dibawa ke kantor kecamatan untuk didata dan membuat surat pernyataan.

    Pemilik kos-kosan akan dipanggil untuk pemeriksaan tindak pidana ringan. Mereka dianggap melanggar Peraturan Daerah 8 Tahun 2007. 

    2. Santi bersama suami dan kedua anaknya berangkat ke Wisma Atlet Pademangan pada Kamis sore, usai hasil tes swab menunjukkan mereka positif Covid-19. Santi sekeluarga memutuskan untuk di-swab setelah ada gejala demam, tak bisa mencium aroma dan mengecap rasa dalam beberapa hari terakhir.

    Pada Kamis sore, setelah menunggu beberapa saat di Puskesmas Senen, Jakarta Pusat, Santi menumpang mobil ambulans bersama suami dan dua anaknya menuju Wisma Atlet. Ia hanya membawa pakaian seadanya untuk mereka berempat dalam dua koper.

    “Kami memutuskan untuk isolasi mandiri di Wisma Atlet karena pertimbangan ada dokter yang siap siaga di sana,” kata karyawan swasta itu pada Tempo, Jumat, 18 Juni 2021. Rumah sakit swasta pun juga sudah penuh.

    Santi dan Toni, suaminya, serta kedua anak mereka terpapar Covid-19, harus menginap di Wisma Atlet. Toni di Wisma Atlet Kemayoran, sedangkan anak dan istrinya di Wisma Atlet Pademangan.

    Untuk mendapatkan kamar rawat inap, mereka harus menunggu berjam-jam. Begitu pun orang lainnya yang mengantre.

    Berita terpopuler itu bisa dibaca di sini.

    Baca: Top 3 Metro: Rizieq Shihab Tebar Sindiran hingga Anies Baswedan Soal WFH di DKI

    JULNIS FIRMANSYAH | RR ARIYANI YAKTI WIDYASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.