BNN Rekomendasikan Rehabilitasi untuk Anji, Polisi: Kasus Tetap Jalan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anji dikawal petugas kepolisian usai dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urin atas penyalahgunaan narkoba di Klinik Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin, 14 Juni 2021. TEMPO/Nurdiansah

    Anji dikawal petugas kepolisian usai dilakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urin atas penyalahgunaan narkoba di Klinik Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin, 14 Juni 2021. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Narkotika Nasional atau BNN DKI Jakarta telah menyampaikan hasil assessment penyanyi Erdian Aji Prihartanto alias Anji kepada polisi.

    "Direkomendasi rehabilitasi," ujar Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Ady Wibowo dalam keterangan tertulis, Rabu, 23 Juni 2021.

    Kepala Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Ronaldo Maradona Siregar mengatakan pihaknya akan segera membuat surat untuk tindak lanjut rekomendasi rehabilitasi Anji. Setelah itu, polisi bakal membawa eks vokalis Drive itu ke tempat rehabilitasi.

    Musisi Anji dihadirkan saat rilis pengungkapan kasus narkoba di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu, 16 Juni 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    ADVERTISEMENT

    Sementara proses hukum atas perkara pemakaian dan kepemilikan ganja terhadap Anji, kata Ronaldo, tetap berjalan. Sebab, kata dia, selama ini semua selebritas yang ditangkap Polres Metro Jakarta Barat akan berakhir di persidangan dan dapat vonis dari majelis hakim.

    "Tetap ditangani oleh Unit 1 Narkoba di bawah pimpinan AKP Harry Gasgari," kata Ronaldo.

    Anji ditangkap di di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada 11 Juni lalu. Di studio musik itu, Anji disebut menyimpan sebagian ganja yang dimilikinya. Sementara total barang bukti yang disita polisi adalah 30 gram ganja yang disimpan di Cibubur dan Bandung.

    Baca juga: Anji Selesai Jalani Assessment, BNNP DKI: Senin Laporannya Keluar

    M YUSUF MANURUNG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.