Jasa Kremasi Covid-19 Minim, DPRD DKI Minta Gubernur Buka dan Tambah Layanan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ruang kremasi. Domsovet.tv

    Ilustrasi ruang kremasi. Domsovet.tv

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi E Bidang Kesra DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, meminta Pemerintah DKI menyediakan jasa kremasi dan menambah jumlahnya bagi jenazah Covid-19. Hal ini disampaikan langsung kepada Gubernur DKI Anies Baswedan.

    "Gubernur oke mau membuka dan menambah untuk yang Covid-19," kata dia saat dihubungi, Ahad, 18 Juli 2021.

    Permintaan ini disampaikan setelah adanya dugaan kartel kremasi di Ibu Kota. Ima mendapatkan laporan dari dua warga soal tarif kremasi yang dipatok Rp 45-65 juta.

    Dua warga ini melaporkan cerita serupa yang dialami seorang warga Jakarta Barat bernama Martin. Dalam tulisannya, Martin bercerita mendapat beberapa tawaran jasa kremasi dengan harga di atas normal.

    Martin merasa ada yang janggal karena anggota keluarganya yang lain yang meninggal akibat Covid-19 beberapa pekan lalu hanya membayar biaya kremasi sekitar Rp 10-24 juta per jenazah.

    Ima mengecek seputar penyediaan jasa kremasi ini. Menurut dia, kremasi memang banyak dikuasai pihak swasta. "Mereka naikkan harganya berkali-kali lipat," ujar Wakil Ketua Fraksi PDIP ini.

    Baca: Rumah Kremasi Umat Hindu, Anies Ulang Janji Setahun Lalu

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.