Kriteria Pisau yang Layak Dipakai untuk Menyembelih Hewan Kurban

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan penyembelihan sapi kurban yang dibeli oleh Presiden Joko Widodo di kantor Gubernur Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Jumat 31 Juli 2020. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    Warga menyaksikan penyembelihan sapi kurban yang dibeli oleh Presiden Joko Widodo di kantor Gubernur Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Jumat 31 Juli 2020. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, JakartaPisau atau golok jadi benda penting untuk membantu penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha besok.

    Selain tajam, pisau mesti dalam keadaan yang bersih dan tidak berkarat. Tujuannya untuk memudahkan penyembelihan tanpa membuat hewan kurban merasa tersiksa akibat kondisi pisau yang tumpul atau berkarat. 

    Diketahui ada tiga bagian saluran pernapasan hewan yang harus terputus secara sempurna yakni trachea (tenggorokan/saluran nafas), esophagus atau kerongkongan, dan pembuluh darah (vena jugularis, arteri carotis communis kanan dan kiri). Pemilihan pisau yang tepat akan memudahkan juru sembelih memutuskan tiga saluran tersebut

    Mengutip dari laman resmi Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih piau untuk menyembelih:

    Ukuran 

    Ada pembagian jenis hewan kurban, diketahui ukuran pisau atau golok minimal 1,5 kali lebar leher hewan. Panjang pisau untuk kambing minimal 20 centimeter sedangkan untuk sapi minimal 30 sentimeter.

    Ukuran pisau ini bisa memudahkan pemotongan tiga saluran pernapasan hewan kurban yang menjadi syarat halalnya penyembelihan.

    Kontur Pisau

    Kontur pisau dalam hal ini adalah bentuk bagian pisau. Disarankan pisau atau golok yang digunakan untuk penyembelihan hewan kurban ujungnya melengkung keluar. Hal ini bisa memudahkan juru sembelih sehingga ujung pisau tidak terbentur lantai ketika menyembelih.

    Kondisi Tajam

    Bagian bawah pisau yang tajam sangat memudahkan juru sembelih sehingga tidak harus berkali-kali menggorok leher hewan kurban. Secara ilmiah pisau yang tajam tidak akan banyak merusak jaringan, artinya hewan tidak akan merasa tersiksa.

    TIKA AYU

    Baca juga:

    Koki Bagikan 5 Tips Memotong Bawang Tanpa Mengeluarkan Air Mata


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.