Ahli IT Penipu Pendaftaran Dana Bansos Tunai Kemensos Ditangkap, Raup Rp 1,5 M

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penipuan. shutterstock.com

    Ilustrasi Penipuan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang ahli IT berinisial RR diciduk oleh penyidik Polda Metro Jaya karena terbukti melakukan penipuan pendaftaran dana bansos tunai Kementerian Sosial. Tersangka yang bekerja seorang diri, melakukan penipuan dengan cara membagikan informasi hoaks di pesan berantai WhatsApp dan SMS. 

    "Jadi isi pesan berantainya adalah pendaftaran bansos senilai Rp 300 ribu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 19 Juli 2021. 

    Dalam pesan tersebut, pelaku akan mengarahkan para korban ke sebuah website buatannya yang berlogo Kemensos. Di web tersebut, korban akan diminta mengisi formulir pendaftaran bantuan sosial tunai (BST). 

    Yusri mengatakan tersangka RR sudah membuat website tersebut sejak November 2020. Tingginya jumlah traffic di website tersebut, membuat RR meraup untung melalui iklan yang dipasangnya. 

    ADVERTISEMENT

    "Total dari situ sudah terima Rp 1,5 miliar dari iklan website. Sementara teman-teman Kemensos ga ada bikin itu," ujar Yusri. 

    Meski begitu, Yusri mengatakan sampai saat ini belum ada laporan masuk ke polisi soal kerugian materil yang dialami oleh para korbannya. Selain itu polisi juga belum menemukan dugaan pencurian data pribadi yang dilakukan RR. 

    Dalam perkara penipuan pendaftaran bansos tunai ini RR dijerat dengan Pasal 35 Juncto Pasal 51 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE. "Ancamannya 12 tahun penjara," kata Yusri.

    Baca juga: Mulai Senin, Anies Baswedan Cairkan Bansos Tunai Rp 604 Miliar dan Bantuan Beras


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.