Perempuan Pemilik Warung Kopi di Bogor Tewas, Diduga Dibunuh

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

    Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

    TEMPO.CO, Bogor - Seorang perempuan penjual kopi ditemukan tewas mengenaskan di dalam warung miliknya di Jalan Abdullah Bin Nuh RT 04/12, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat, 23 Juli 2021 pagi.

    Korban tewas itu diketahui bernama Nuraliah. Ia diduga merupakan korban pembunuhan, karena ditemukan dalam kondisi luka parah akibat senjata tajam di kepala.

    Sedangkan anak korban berinisial DF, 20 tahun, juga mengalami luka di kepala, namun nyawanya masih tertolong karena segera dibawa ke Rumah Sakit Graha Medika.

    "Ya ada satu korban meninggal atas nama Ibu Nuraliah, dan satu korban luka yang dibawa ke rumah sakit," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Bogor Kota Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro, Jumat 23 Juli 2021.

    Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Tempo, peristiwa ini awalnya diketahui oleh seorang petugas kebersihan bernama Suhendar. Sekitar pukul 05.30 WIB, Suhendar yang tengah menyapu jalan mendengar suara perempuan yang berteriak meminta tolong dari dalam warung kopi.

    Ia kemudian mendatangi warung kopi tersebut. Saat warung dibuka, ia melihat pemilik warung sudah dalam kondisi tertelungkup dengan kepala bersimbah darah.

    Sedangkan putri pemilik warung juga mengalami luka, namun masih dalam kondisi sadar. Suhendar kemudian meminta tolong kepada Zaenudin, satpam RS Graha Medika yang lokasinya berada di samping warung milik korban.

    Mereka langsung membawa korban yang masih sadar ke rumah sakit tersebut. Setelah itu mereka melapor ke polisi yang kemudian mendatangi tempat terjadinya perkara tersebut.

    "Saat ini kami melakukan pemeriksaan. Setidaknya ada lima orang saksi dan kami masih melakukan penyelidikan soal motif peristiwa tersebut. Semoga kami bisa mengungkap siapa pelakunya," kata Susatyo.

    Sedangkan korban tewas kini jenazahnya ada di RSUD Ciawi, Bogor untuk dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

    Baca juga: Tersangka Pembunuhan dan Pembakar Perempuan di Cisauk Mengaku Terinspirasi Film


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.